Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah, Raabi'atul Adawiyyah, Pangeran Abdul Malik, Kerajaan Brunei, Brunei Darussalam, Keluarga Kerajaan Brunei, (Foto: Istimewa).
JAKARTA, (ERAKINI) - Kerajaan Brunei Darussalam mencabut gelar kebangsawanan Raabi'atul Adawiyyah, istri Pangeran Abdul Malik yang merupakan putra Sultan Brunei Hassanal Bolkiah. Pencabutan gelar tersebut diumumkan secara resmi melalui televisi nasional Brunei pada Sabtu (8/8/2026).
Sebelumnya, Raabi'atul Adawiyyah menyandang gelar kehormatan "Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri". Namun, gelar tersebut kini telah dicabut oleh Kantor Protokol Kerajaan Brunei.
Dalam pengumuman tersebut, pihak kerajaan menyebut pencabutan gelar dilakukan karena Raabi'atul Adawiyyah dianggap melakukan pelanggaran terhadap kode etik bangsawan Brunei.
Ia dikabarkan menunjukkan perilaku yang dinilai tidak pantas sebagai bagian dari keluarga kerajaan.
"Gelar “Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri” yang dianugerahkan kepada Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Bolkiah, istri Yang Mulia Paduka Seri Pengiran Muda ‘Abdul Malik, dengan ini dicabut dengan segera," demikian bunyi pengumuman tersebut.
Pengumuman itu juga menyebut perilaku Raabi'atul Adawiyyah dinilai tidak menghormati Sultan Hassanal Bolkiah dan Yang Di-Pertuan Brunei Darussalam, Raja Pengiran Anak Hajah Saleha, serta keluarga kerajaan.
"Hal ini disebabkan oleh perilakunya yang tidak pantas bagi Pasangan Kerajaan dan tidak menghormati Yang Mulia Sultan Hassanal Bolkiah dan Yang Di-Pertuan dari Brunei Darussalam, dan Yang Mulia Raja, Pengiran Anak Hajah Saleha, dan Keluarga Kerajaan," lanjut pengumuman itu.
Meski demikian, pihak kerajaan tidak menjelaskan secara rinci bentuk pelanggaran atau tindakan yang dilakukan Raabi'atul Adawiyyah.
Laporan Astro Awani itu menilai tindakan tersebut hanya dijelaskan sebagai perilaku yang tidak pantas dan dianggap merendahkan kehormatan keluarga kerajaan.
Raabi'atul Adawiyyah juga pernah mengikuti kompetisi di Indonesia. Pada 2013, ia meraih penghargaan Pembacaan Al-Quran Terbaik dalam kontes kecantikan Miss World Muslimah yang digelar di Indonesia.
PernahBerkarierdiBidangTeknologi
Meski dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan, Raabi'atul Adawiyyah sempat berkarier di bidang teknologi informasi.
Pada 2012, ia bekerja sebagai system data analyst di perusahaan BAG Networks. Setahun kemudian, ia beralih menjadi instruktur IT di HAD Technologies.