Rombongan Amirulhaj Kemenhaj sebelum keberangkatan ke Tanah Suci (Foto: Kemenhaj)
MAKKAH, (ERAKINI) - Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan telah tiba di Arab Saudi untuk memimpin misi Amirulhaj 1447 H/2026 M, Rabu (20/5/2026).
Kehadiran Gus Irfan sebagai pimpinan Amirulhaj disebut menjadi simbol komitmen pemerintah dalam memastikan suksesnya penyelenggaraan ibadah haji bagi jemaah Indonesia di Arab Saudi, terutama menjelang fase puncak haji.
MenhajGus Irfan mengatakan, keberangkatan Amirulhaj merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk hadir langsung mengawal pelayanan jemaah di Tanah Suci.
“Keberangkatan Amirulhaj ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh layanan bagi jemaah berjalan baik, terutama menjelang fase puncak haji. Fokus kami adalah keselamatan, kenyamanan, dan kekhusyukan ibadah jemaah Indonesia,” ujar Gus Irfan.
Gus Irfan menyebut, hingga saat ini sebanyak 92,7 persen jemaah haji Indonesia telah tiba di Arab Saudi. Seluruh layanan mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, pembinaan ibadah, hingga pelindungan jemaah terus dipantau secara intensif.
“Alhamdulillah, 92,7 persen jemaah haji Indonesia sudah tiba di Arab Saudi. Kami terus memastikan seluruh layanan berjalan sesuai standar dan petugas hadir mendampingi jemaah di setiap titik layanan,” kata Menhaj.
Dalam kesempatan itu, Menhaj juga mengungkapkan terdapat 345 jemaah yang tidak dapat diberangkatkan karena dinyatakan tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan saat berada di embarkasi.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi perhatian bersama agar kesiapan kesehatan jemaah dapat diprioritaskan sejak awal.
“Tahun ini ada 345 jemaah yang gagal berangkat karena tidak istithaah saat di embarkasi. Kami tentu memahami ini bukan kondisi yang mudah bagi jemaah dan keluarga. Karena itu, kami mohon untuk tahun depan seluruh calon jemaah lebih memprioritaskan istithaah, terutama kesiapan kesehatan, sejak jauh hari sebelum keberangkatan,” katanya.
Gus Irfan menegaskan, prinsip istithaah merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pemerintah ingin memastikan setiap jemaah yang berangkat benar-benar dalam kondisi siap secara fisik, mental, dan kesehatan agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman.
“Pemerintah tidak ingin jemaah memaksakan diri dalam kondisi yang berisiko. Haji adalah ibadah fisik. Karena itu, istithaah harus menjadi perhatian utama, bukan hanya saat menjelang keberangkatan, tetapi sejak masa persiapan,” tuturnya.
Selama berada di Arab Saudi, Amirulhaj akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, melakukan pembinaan dan pengendalian penyelenggaraan haji, meninjau fasilitas layanan jemaah, memberikan arahan kepada petugas haji Indonesia, memberikan bimbingan dan konsultasi kepada jemaah, memimpin rapat koordinasi, memimpin khutbah wukuf, hingga melakukan evaluasi atas penyelenggaraan haji.
Menhaj juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji yang telah bekerja melayani jemaah sejak fase keberangkatan hingga kedatangan di Arab Saudi.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang telah bekerja siang dan malam mendampingi jemaah. Tugas ini tidak ringan, tetapi setiap ikhtiar petugas adalah bagian dari pelayanan negara kepada tamu-tamu Allah,” beber cucu pendiri NU ini.
Gus Irfan kemudian mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, khususnya menjelang fase puncak haji.
“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lancar, jemaah diberikan kesehatan, petugas diberi kekuatan, dan seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung aman, tertib, serta penuh keberkahan,” ucap Gus Irfan.
Adapun nama-nama yang tergabung dalam Amirulhaj tahun ini terdiri dari unsur pemerintah, tokoh agama, akademisi, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam. Di antaranya adalah Mochamad Irfan Yusuf, Prof Dr Hj Ilfi Nurdiana, Abdul Muhaimin Iskandar, Romo M. Syafii, Muhadjir Effendy, Heri Hermansyah, Dra Hj Safira Machrusah, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim Abdullah, serta Prof Dr KH Hasyimsyah Nasution.