Israel mulai melancarkan Operasi Atlantis untuk mengusir pasukan Hamas dengan cara membanjiri Terowongan Gaza menggunakan air laut. Foto: themessenger
JAKARTA, (ERAKINI) - Israel mulai melancarkan Operasi Atlantis untuk mengusir pasukan Hamas dengan cara membanjiri Terowongan Gaza menggunakan air laut. Israel mengklaim cara ini mirip kisah Nabi Musa saat membelah Laut Merah untuk menghentikan pengejaran pasukan Raja Mesir Kuno Firaun.
"Israel telah memulai apa yang disebutnya Operasi Atlantis, memompa sejumlah besar air laut ke dalam terowongan bawah tanah sepanjang lebih dari 300 mil yang dibangun oleh Hamas di Jalur Gaza sepanjang 25 mil," ujar pasukan pertahanan Israel dalam sebuah pernyataan, mengkonfirmasi laporan yang telah beredar selama lebih dari sebulan, dilansir themessenger, Rabu (31/1/2024).
Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) dan pejabat Kementerian Pertahanan Israel telah mempersiapkan sejumlah peralatan canggih untuk memompa air laut berkapasitas tinggi ke terowongan Hamas di Jalur Gaza.
Israel ingin mematikan terowongan tersebut sebagai upaya menutup akses operasi pasukan Hamas. Akan tetapi, penyedotan air asin dalam jumlah besar ini menimbulkan kekhawatiran merusak akuifer atau lapisan di bawah tanah yang mengandung air. Kondisi akuifer saat ini sudah rapuh dan tercemar, padahal ini merupakan sumber pemasok sebagian besar air minum di Gaza.
Beberapa pakar hidrologi dan lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah memperingatkan bahwa tindakan kontroversial tersebut dapat merusak kualitas mayoritas air minum di Gaza serta membahayakan pertanian.
Akan tetapi, IDF mengklaim sudah menyadari bahaya pencemaran air minum tersebut. Mereka sudah menganalisa tanah dan hidrologi daerah tersebut sebelum mulai memompa air laut.
“Aliran air dilakukan hanya ke arah dan lokasi yang dianggap cocok untuk itu, dan memilih jenis dan metode operasi yang sesuai dalam setiap kasus," katanya.
IDF merupakan salah satu badan paling menonjol di Israel karena pengaruhnya terhadap ekonomi, budaya, dan politik. IDF menggunakan beberapa teknologi yang dikembangkan di Israel untuk memenuhi keperluan operasionalnya.
“Proyek ini adalah salah satu alat yang dikembangkan IDF dan lembaga keamanan dalam beberapa tahun terakhir untuk menangani infrastruktur Hamas di Terowongan Gaza,” kata IDF dalam pernyataannya.
Mantan Wakil Kepala Dewan Keamanan Nasional Israel Itamar Yaar kepada televisi Israel 24 mengatakan bahwa Operasi Atlantis menggunakan senjata 'banjir' bukan pertama kalinya dilakukan Israel untuk menghancurkan musuh-musuhnya.
“Ini digunakan (terhadap) orang Mesir (kuno) bertahun-tahun yang lalu,” katanya merujuk kisah Nabi Musa yang membelah Laut Merah, sehingga orang Israel kuno dapat menyeberang dari Mesir ke Gurun Sinai, lalu menutup perairan dan menenggelamkan tentara Mesir (Firaun).