Search

Iran Laporkan 3.468 Orang Tewas dalam Perang dengan AS dan Israel

TEHERAN, (ERAKINI) – Dampak mematikan dari konflik bersenjata antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel terus terungkap. Otoritas resmi Iran menyebut jumlah korban jiwa telah menembus angka ribuan sejak pecahnya pertempuran tersebut.

Yayasan Martir dan Urusan Veteran, lembaga pemerintah Iran, pada Sabtu (18/4/2026) mengumumkan bahwa lebih dari 3.400 orang telah kehilangan nyawa akibat perang yang melanda wilayah mereka. Pernyataan ini muncul di tengah masa gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua pekan, setelah konflik dipicu oleh serangan gabungan AS dan Israel ke Teheran pada akhir Februari.

Kepala yayasan tersebut, Ahmad Mousavi, dalam keterangannya yang dikutip kantor berita ISNA menyatakan bahwa sebanyak 3.468 korban telah tercatat. Ia menyebut mereka sebagai, "3.468 'martir... gugur selama konflik baru-baru ini.'"

Sebelumnya, laporan resmi lain dari Organisasi Kedokteran Forensik Iran pada 12 April mencatat jumlah korban mencapai 3.375 orang, menunjukkan adanya peningkatan angka korban dalam pembaruan terbaru.

Sementara itu, data berbeda disampaikan oleh Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat. Dalam laporannya pada 7 April, mereka menyebut jumlah korban tewas setidaknya mencapai 3.636 orang. Dari angka tersebut, 1.701 di antaranya merupakan warga sipil, termasuk sedikitnya 254 anak-anak, serta 1.221 personel militer dan 714 korban lain yang belum teridentifikasi statusnya.

Meski berbagai angka telah dirilis, verifikasi independen masih menjadi tantangan. Pembatasan akses terhadap lokasi serangan membuat pihak luar, termasuk AFP, belum dapat memastikan secara langsung jumlah korban maupun kondisi di lapangan.