Di tengah permusuhan di Kota Idleb pada tanggal 2 Desember, petugas pertolongan pertama bergegas setelah penembakan yang menargetkan rumah sakit dan kamp pengungsi. (Foto: OCHA)
Hal tersebut disampaikan oleh Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada hari Jumat (13/12/2024). PBB dan mitra-mitranya terus mendukung respons bantuan, melanjutkan aktivitas jika keamanan memungkinkan.
Melansir Xinhua, Sabtu (14/12/2024), di bagian timur laut Suriah, mitra kesehatan mengaktifkan lebih dari 20 unit medis keliling untuk menangani kasus-kasus kritis dan memberikan konsultasi awal, kata OCHA.
Di barat laut, 30 tim medis keliling memberikan layanan kesehatan dasar, vaksinasi dan perawatan ibu, membantu para pengungsi, dan memberikan bantuan termasuk makanan, tenda, pakaian musim dingin, peralatan kebersihan dan uang tunai.
Namun, para aktivis kemanusiaan mengatakan diperlukan lebih banyak dukungan untuk menjangkau lebih banyak orang dan mendukung komunitas tuan rumah.
Badan Pengungsi PBB (UNHCR) melaporkan bahwa ribuan pengungsi Suriah telah mulai kembali ke negara tersebut dari Lebanon melalui titik perbatasan Masnaa dan penyeberangan perbatasan lainnya, kembali ke Idlib, pedesaan Damaskus, Damaskus, Daraa, Aleppo, dan lokasi lainnya. Pada saat yang sama, beberapa warga Suriah telah melarikan diri ke Lebanon.
Pengungsi juga dilaporkan kembali dari Türkiye melalui penyeberangan perbatasan Bab al-Hawa dan Bab al-Salam ke barat laut Suriah.
Selama 14 tahun konflik dan krisis Suriah, lebih dari 13 juta warga Suriah terpaksa meninggalkan rumah mereka, menurut UNHCR. Mereka belum memberikan angka resmi mengenai jumlah pengungsi yang kembali atau pengungsi baru.
“Salah satu tantangan utama adalah tidak adanya otoritas imigrasi di sisi Suriah (perbatasan),” kata perwakilan UNHCR di Suriah, Gonzalo Vargas Llosa, kepada wartawan dalam telebriefing.
“Para pejabat imigrasi, yang bekerja di sana pada rezim sebelumnya, semuanya meninggalkan jabatan mereka dan otoritas transisi yang baru belum mampu menetapkan prosedur imigrasi, yang tentu saja menimbulkan beberapa tantangan dan kesulitan,” katanya.
Selain itu, Badan pengungsi juga melaporkan bahwa dalam 72 jam terakhir, beberapa aktivitas mereka di wilayah yang lebih aman telah dilanjutkan melalui mitra lokal. Badan tersebut mengatakan pihaknya mendukung 114 pusat komunitas di Suriah, memberikan layanan kepada mereka yang mengungsi atau kembali ke Suriah.