Israel Masih Gempur Lebanon saat Kesepakatan Damai AS-Iran Ditandatangani
Thomas Pulungan







Dilansir Al Jazeera, dalam serangan terbaru, tiga orang dilaporkan tewas saat Israel melanjutkan invasinya di wilayah selatan Lebanon. Padahal, penghentian pendudukan Israel turut dimasukkan dalam kesepakatan damai AS-Iran.
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian diketahui telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) secara elektronik untuk mengakhiri perang AS dan Israel terhadap Iran.
Pezeshkian kemudian mengunggah dokumen kesepakatan tersebut melalui akun resmi X miliknya dan menyebutnya sebagai “dokumen bersejarah”.
“Apa yang tercatat hari ini adalah hasil dari ketahanan nasional, rasionalitas politik, dan diplomasi yang bertanggung jawab,” tulisnya.
Dalam paragraf kedua MoU disebutkan bahwa AS dan Iran akan berkomitmen untuk saling menghormati kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing, serta tidak mencampuri urusan dalam negeri satu sama lain.
Sementara itu, pemimpin Hizbullah Naim Qassem menyambut baik kesepakatan tersebut dan menyebutnya sebagai “kemenangan besar”. Ia menegaskan negosiasi Lebanon dengan Israel seharusnya hanya mencakup isu “keamanan bersama”, bukan pelucutan senjata Hizbullah.
Sedikitnya tiga orang dilaporkan tewas akibat serangan Israel di Lebanon selatan pada Kamis waktu setempat.
Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon, dua orang tewas dalam serangan drone Israel yang menargetkan sebuah mobil di Kota Kfar Tebnit. Dalam serangan terpisah di Kota Zebdin, satu orang lainnya juga dilaporkan meninggal dunia.
Sejak 2 Maret, sedikitnya 3.900 orang tewas akibat serangan Israel di Lebanon. Korban mencakup ratusan anak-anak, perempuan, tenaga medis, dan petugas penyelamat. Ribuan lainnya mengalami luka-luka, sementara lebih dari satu juta warga Lebanon terpaksa mengungsi.
Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin menyambut positif kesepakatan AS-Iran yang dimediasi Pakistan.
Menurut Putin, kesepakatan tersebut dapat menjadi langkah menuju penghentian permanen konflik sekaligus model bagi perjanjian damai di masa mendatang.
Berbicara dalam KTT Rusia-ASEAN di Kazan, Rusia, Putin menilai stabilitas di Timur Tengah akan memberikan dampak positif bagi pasar energi global.
