Kebakaran Hutan Mengamuk di Prancis dan Spanyol, 200.000 Orang Lebih Dipaksa Mengungsi
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Sedikitnya 200.000 orang terpaksa mengungsi akibat kebakaran hutan besar yang melanda wilayah barat daya Prancis dan kawasan tengah Spanyol pada Jumat (24/7/2026). Kobaran api yang sulit dikendalikan memaksa warga meninggalkan permukiman di sekitar Bordeaux dan Madrid, bahkan sebagian harus menyelamatkan diri menggunakan perahu.
Dilansir AP, Sabtu (25/7),petugas pemadam kebakaran di kedua negara mengaku tidak menduga kebakaran akan berkembang begitu cepat dan ganas. Suhu udara yang tinggi serta dampak jangka panjang perubahan iklim disebut menjadi faktor utama yang memperparah penyebaran api.
Di Spanyol, petugas pemadam mengakui kobaran api bergerak terlalu cepat sehingga tidak memungkinkan untuk dipadamkan secara langsung dari garis depan. Sementara di Prancis, api yang melanda kawasan wisata di pesisir Atlantik memaksa sejumlah warga dievakuasi melalui jalur laut.
Kementerian Dalam Negeri Prancis melaporkan sekitar 141.000 orang mengungsi dari departemen Gironde dan Landes. Di Spanyol, sekitar 60.000 orang dievakuasi dari wilayah Madrid dan sekitarnya, menurut Kementerian Dalam Negeri setempat.
Puluhan petugas pemadam kebakaran di Prancis dilaporkan mengalami luka-luka. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan korban jiwa di kedua negara. Kepanikan sempat terjadi ketika warga berusaha menyelamatkan diri dengan kendaraan pribadi, sementara polisi mendatangi rumah-rumah untuk meminta penduduk segera meninggalkan kawasan terdampak.
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan kebakaran besar di barat daya negara itu kini bergerak menuju Kota Bordeaux. Dalam wawancara dengan stasiun televisi TF1, Nunez mengungkapkan bahwa kebakaran yang sebelumnya memaksa evakuasi Semenanjung Cap Ferret telah menghanguskan area seluas 140 kilometer persegi, sementara sekitar 110.000 warga di wilayah Gironde meninggalkan rumah mereka.
Presiden Prancis Emmanuel Macron telah meminta Perdana Menteri Sébastien Lecornu mengaktifkan satuan tanggap krisis pemerintah. Macron juga memerintahkan pengerahan angkatan bersenjata untuk memperkuat layanan darurat sipil.
"Kebakaran yang kami hadapi di Gironde selama tiga hari terakhir telah mencapai skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Untuk mengatasinya, kami akan menerima bantuan nasional dalam jumlah besar," kata Prefek Nouvelle-Aquitaine Sophie Brocas
Kebakaran bermula pada Rabu di dekat Semenanjung Cap Ferret, sekitar 60 kilometer dari Bordeaux. Otoritas Gironde melaporkan sedikitnya 53 rumah dan satu area perkemahan hangus terbakar. Sebanyak 42 petugas pemadam kebakaran mengalami luka-luka.
Sekitar 1.500 warga dievakuasi melalui jalur laut menuju Arcachon, menggunakan taksi air maupun kapal berukuran lebih besar. Kebakaran lain juga terjadi di departemen Landes, yang memaksa sekitar 31.000 orang mengungsi. Otoritas menduga kedua kebakaran di Prancis dipicu oleh kecelakaan.
Sebelumnya, lebih dari 20.000 orang telah dievakuasi pada Kamis. Namun, jumlah pengungsi melonjak tajam sehari kemudian sehingga Prancis dan Spanyol meminta bantuan negara-negara anggota Uni Eropa.
Macron mengatakan Prancis akan menerima bantuan berupa dua pesawat pemadam Canadair dari Kroasia, dua pesawat Air Tractor dari Portugal, serta dua helikopter angkut berat Black Hawk dari Republik Ceko dan Slovakia.
Status Darurat Nasional
Pemerintah Spanyol untuk pertama kalinya menetapkan status darurat nasional akibat kebakaran hutan, menyusul kebakaran di Madrid dan Provinsi Ávila yang memaksa sekitar 60.000 orang meninggalkan rumah mereka.
"Saya ingin menyampaikan dukungan kepada ribuan keluarga yang akan menghadapi malam yang sulit," tulis Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez melalui media sosial X. Ia dijadwalkan mengunjungi wilayah terdampak pada Sabtu.
Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska mengatakan, Italia dan Yunani masing-masing mengirimkan dua pesawat Canadair untuk membantu pemadaman. Sekitar 1.000 personel militer Spanyol juga dikerahkan ke lokasi kebakaran.
Gelombang panas dengan suhu mencapai 39 derajat Celsius turut memperburuk situasi. Dua kebakaran besar di dekat Madrid bergabung menjadi satu titik api raksasa yang hingga Jumat sore telah menghanguskan 30 kilometer persegi lahan. Presiden Regional Madrid Isabel Díaz Ayuso menyebutnya sebagai kebakaran terburuk dalam sejarah wilayah tersebut.
Perwakilan pemerintah pusat di Madrid, Francisco Martín, mengatakan sekitar 20.000 warga lainnya diminta tetap berada di dalam rumah sebagai langkah perlindungan. Menurutnya, evakuasi tambahan masih mungkin dilakukan.
Prioritas saat ini adalah melindungi San Lorenzo, kota yang menjadi lokasi kompleks bersejarah El Escorial, istana dan biara peninggalan Raja Philip II pada abad ke-16. Sementara itu, kebakaran di Avila, sekitar dua jam perjalanan di barat laut Madrid, telah melalap 90 kilometer persegi lahan.
Musim Kebakaran Terburuk
Dalam sepekan terakhir, Spanyol mengalami kebakaran hutan terbesar sepanjang sejarah di wilayah Castilla-La Mancha dan Madrid.
Petugas masih berupaya memadamkan kebakaran terbesar kedua dalam sejarah negara itu di Provinsi Guadalajara, yang telah menghanguskan sekitar 320 kilometer persegi lahan selama sepekan terakhir.
Awal bulan ini, 13 orang juga dilaporkan tewas akibat kebakaran hutan di wilayah selatan Spanyol, menjadikannya kebakaran paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir.
Menteri Transisi Ekologi Spanyol Sara Aagesen mengatakan sekitar 1.140 kilometer persegi lahan telah terbakar sepanjang tahun ini, lebih dari lima kali lipat dibandingkan luas area yang terbakar pada periode yang sama tahun 2025.
Analis kebakaran hutan Raúl Quílez menilai selain perubahan iklim, meningkatnya risiko kebakaran juga dipengaruhi banyaknya lahan pertanian yang ditinggalkan. Menurutnya, lahan-lahan tersebut sebelumnya berfungsi sebagai zona penyangga di sekitar permukiman.
"Kini pepohonan dan semak belukar tumbuh hingga mendekati rumah-rumah warga. Itu menjadi kombinasi yang sempurna bagi terjadinya kebakaran seperti ini," kata Quílez.

















