PM Israel Netanyahu Klaim Misi Melawan Iran Sudah Lampaui Separuh Target
Akhmad Baihaqi Arsyad
WASHINGTON, (ERAKINI) - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran telah melampaui lebih dari setengah tujuan yang ditetapkan. Meski demikian, ia enggan memberikan kepastian mengenai kapan konflik tersebut akan berakhir.
Dalam wawancaranya dengan Newsmax, Netanyahu menegaskan bahwa pencapaian ini diukur dari keberhasilan misi, bukan dari durasi waktu perang. Artinya, menurutnya, progres strategi militer sudah melewati titik krusial, walaupun garis akhir belum ditentukan. “Ini jelas sudah melewati titik tengah. Tapi saya tidak ingin menetapkan jadwalnya,” kata Netanyahu.
Netanyahu menambahkan bahwa yang ia maksud adalah perang telah melewati lebih dari setengah jalan dalam hal misi, bukan dalam hal waktu. Presiden Donald Trump, yang melancarkan perang bersama Netanyahu pada 28 Februari 2026, awalnya mengatakan operasi tersebut akan berlangsung selama empat hingga enam minggu.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan pada hari Senin ()30/3/2026 bahwa perang akan berlangsung “beberapa minggu” lagi, bukan berbulan-bulan, di tengah penentangan publik AS yang luas terhadap konflik yang telah menyebabkan harga minyak melonjak.
Netanyahu mengatakan perang tersebut telah mencapai tujuan termasuk membunuh “ribuan” anggota Garda Revolusi Iran. Israel dan Amerika Serikat juga “hampir menyelesaikan industri persenjataan mereka,” tambahnya.
“Seluruh basis industri, menghancurkan semuanya, Anda tahu, pabrik-pabrik, seluruh pabrik, dan program itu sendiri,” katanya.

















