Pengetatan Istitaah Jadi Kunci Turunnya Jumlah Jemaah Haji Dirawat di Arab Saudi
Abdul Rahman Ahdori
MAKKAH, (ERAKINI) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mencatat jumlah jemaah haji Indonesia yang mengalami sakit setelah puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada musim haji 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj RI, dr Dani Pramudya, mengatakan bahwa hingga pasca-Armuzna tahun ini terdapat 210 yang menjalani perawatan. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan musim haji 2025 yang mencapai sekitar 300 .


















