Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mendesak masyarakat internasional pada hari Minggu untuk menghukum Israel atas apa yang ia sebut sebagai 'kejahatan' Israel. (Foto: AP)
RIYADH, (ERAKINI) - Perdana MenteriQatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, dengan tegas menyerukan komunitas internasional untuk berhenti menerapkan standar ganda dalam menyikapi konflik Palestina-Israel, serta mendesak dunia agar segera menjatuhkan sanksi terhadap atas berbagai aksi kekerasan yang disebutnya sebagai kejahatan serius.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum tingkat tinggi menjelang KTT darurat negara-negara Arab dan Islam di Doha, yang digelar menyusul serangan udara Israel yang mengejutkan dan belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pemimpin Hamas yang berada di ibu kota Qatar.
“Sudah saatnya dunia berhenti menutup mata dan menerapkan standar ganda. Israel harus dihukum atas tindakan brutalnya terhadap rakyat Palestina,” ujar Sheikh Mohammed. Ia menekankan bahwa agresi yang ditujukan untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka tak akan pernah mencapai tujuannya.
Lebih lanjut, PM Qatar menegaskan komitmen negaranya untuk terus bekerja sama dengan Mesir dan Amerika Serikat dalam rangka mewujudkan gencatan senjata di Jalur Gaza yang hingga kini masih diguncang konflik berkepanjangan. Namun, ia juga menyebut bahwa serangan Israel yang menyebabkan enam korban jiwa—lima di antaranya anggota Hamas dan satu dari pasukan keamanan Qatar—telah melukai kredibilitas proses mediasi.
"Serangan ini merupakan serangan langsung terhadap prinsip mediasi itu sendiri. Ini adalah bentuk nyata terorisme negara yang dijalankan oleh pemerintahan ekstremis Israel yang terang-terangan melanggar hukum internasional,” tegasnya.
PM Qatar juga menyatakan bahwa serangan tersebut terjadi pada saat Doha secara aktif menjadi tuan rumah pembicaraan damai, dengan sepengetahuan penuh dari pihak Israel. Hal ini dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap jalur diplomatik yang sedang ditempuh.
Pertemuan para menteri luar negeri negara-negara anggota Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) telah dimulai di Doha, Minggu (14/9), sebagai bagian dari persiapan KTT gabungan Arab-Islam yang akan membahas sikap resmi terhadap serangan Israel di Qatar.
Serangan pada 9 September lalu, yang menargetkan kediaman sejumlah pejabat Hamas di Doha, telah memicu kecaman luas dari dunia Arab dan Islam. Aksi militer Israel ini dipandang sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan Qatar dan prinsip hukum internasional.
Arab Saudi, melalui Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan, turut menghadiri pertemuan tersebut. Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Saudi mengecam keras agresi Israel, menyebutnya sebagai “tindakan bermusuhan”, dan menegaskan kembali dukungan penuh Riyadh terhadap Qatar.
Kerajaan Saudi juga mendesak masyarakat internasional untuk mengambil langkah nyata dan memaksa Israel bertanggung jawab atas tindakan militernya yang membahayakan stabilitas regional serta melemahkan peluang perdamaian di Timur Tengah.