AS Hujani Iran dengan Serangan Besar, Trump Ancam Hantam Teheran Tanpa Ampun
Akhmad Baihaqi Arsyad
TEHERAN, (ERAKINI) – Ketegangan di Timur Tengah kembali memasuki babak baru setelah Amerika Serikat melancarkan serangan militer besar-besaran ke sejumlah target di Iran pada Kamis (30/7/2026). Operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan rudal Teheran yang sebelumnya mengincar pangkalan militer AS di Yordania, sehingga memicu eskalasi baru yang melibatkan kelompok-kelompok sekutu Republik Islam Iran.
Serangan ini menjadi aksi militer pertama setelah jeda pertempuran selama hampir sepekan. Situasi tersebut sekaligus mematahkan harapan berbagai pihak terhadap kemungkinan dimulainya kembali jalur diplomasi untuk meredakan konflik.
Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan balasan langsung atas serangan Iran terhadap personel militer AS yang bertugas di kawasan Timur Tengah. "Serangan-serangan ini merupakan respons tegas terhadap upaya serangan Iran kemarin yang menyasar pasukan AS yang berpangkalan di Timur Tengah," demikian pernyataan Komando Pusat AS.
Di saat bersamaan, Arab Saudi bersama Amerika Serikat juga menggelar operasi militer terhadap sejumlah basis kelompok bersenjata di Irak. Sementara itu, Israel menuding Hizbullah yang didukung Iran telah melanggar kesepakatan gencatan senjata setelah diduga melancarkan serangan menggunakan pesawat nirawak.

















