Perang Kembali Memanas: AS Serang Pulau Qeshm, Iran Tembakkan Rudal ke Kuwait dan Bahrain
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Perang kembali memanas. Militer Amerika Serikat (AS) menyatakan telah melancarkan serangan yang disebut sebagai aksi membela diri terhadap Pulau Qeshm, Iran, yang terletak di Selat Hormuz.
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) juga mengklaim berhasil menggagalkan sejumlah rudal balistik dan drone Iran yang diluncurkan ke wilayah regional.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X, CENTCOM mengatakan serangan tersebut dilakukan setelah Iran meluncurkan beberapa rudal balistik ke negara-negara tetangganya di kawasan.
Sementara itu, kantor berita Iran, Mehr, melaporkan adanya suara ledakan yang terdengar di Kota Qeshm. Otoritas setempat disebut tengah melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut.
Menurut CENTCOM, seluruh rudal Iran gagal mencapai sasaran yang dituju. "Dua rudal Iran yang ditembakkan ke Kuwait jatuh sebelum mencapai target atau hancur di tengah perjalanan. Tiga rudal lainnya yang diarahkan ke Bahrain berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Amerika Serikat dan Bahrain," demikian pernyataan CENTCOM, dilansir Al Jazeera, Rabu (3/6/2026).
CENTCOM menyatakan pasukannya melakukan serangan balasan ke Pulau Qeshm sekaligus menggagalkan sejumlah serangan rudal dan drone Iran ketika kapal-kapal sipil serta sekutu regional AS, termasuk Kuwait dan Bahrain, berada di bawah ancaman.
Militer Kuwait mengatakan sistem pertahanan udara negara itu berhasil mencegat sejumlah rudal dan drone yang masuk ke wilayah udaranya. Di Bahrain, Kementerian Dalam Negeri mengonfirmasi bahwa sirene peringatan darurat sempat diaktifkan menyusul ancaman serangan.
Sebelumnya, media Iran melaporkan ledakan terdengar di sekitar Pulau Qeshm yang berada di dekat jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah laporan yang menyebut perundingan dengan Iran untuk mengakhiri konflik mengalami kebuntuan.
Trump menegaskan komunikasi antara Washington dan Teheran masih terus berlangsung. "Percakapan antara kami berlangsung secara terus-menerus," kata Trump.
Bantah Klaim Iran
CENTCOM juga membantah klaim Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang menyatakan telah menyerang Markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain dan sebuah pangkalan udara Amerika di kawasan.
Menurut militer AS, seluruh rudal dan drone Iran gagal mencapai sasaran. "Klaim IRGC tidak benar. Semua serangan Iran terhadap pasukan Amerika gagal. Pasukan AS tetap siaga dan siap mempertahankan diri dari agresi Iran yang tidak beralasan," tulis CENTCOM.
Versi Iran: Serangan Dipicu Aksi AS
Di sisi lain, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan IRGC memiliki versi berbeda terkait rangkaian insiden tersebut.
Menurut IRGC, konfrontasi bermula ketika pasukan AS menyerang sebuah kapal tanker minyak Iran di dekat Selat Hormuz hingga merusak ruang mesin kapal.
Sebagai respons, IRGC mengklaim menyerang kapal yang disebut sebagai kapal gabungan AS-Israel menggunakan rudal angkatan laut. Setelah itu, pasukan AS disebut menargetkan menara komunikasi milik IRGC di selatan Pulau Qeshm.
IRGC mengaku melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke sebuah pangkalan udara Amerika Serikat, termasuk Markas Armada Kelima AS serta helikopter yang berada di salah satu negara kawasan Timur Tengah.
Hingga kini, klaim dari kedua pihak tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.


















