Presiden Palestina Mahmoud Abbas berbicara dalam sebuah acara di Ankara, Turki. (Foto: AP).
RAMALLAH, (ERAKINI) – Presiden PalestinaMahmoud Abbas kembali melancarkan seruan keras kepada komunitas internasional. Dalam surat resmi yang dikirim kepada para pemimpin negara-negara Arab, negara sahabat, Uni Eropa, Sekretaris Jenderal Liga Arab, hingga Presiden Dewan Keamanan PBB, Abbas meminta langkah konkret untuk segera menghentikan operasi militer Israel dan aksi kekerasan yang dilakukan para pemukim Israel terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan , termasuk Yerusalem Timur.
Melansir Arab News, dalam surat tersebut, Abbas menggambarkan situasi di wilayah Palestina yang didudukinya sebagai kondisi yang semakin mengkhawatirkan. Menurutnya, serangan yang terus dilakukan pasukan Israel bersama kelompok pemukim bersenjata telah menyebabkan jatuhnya ratusan korban sipil serta menghancurkan berbagai fasilitas milik warga Palestina.
Selain menimbulkan korban jiwa, aksi tersebut juga disebut mengakibatkan pembakaran rumah penduduk, tempat ibadah, pepohonan, lahan pertanian, hingga penyerangan terhadap desa-desa Palestina. Abbas menilai tindakan itu berlangsung dengan perlindungan dan dukungan langsung dari militer maupun pemerintah Israel.
"Wilayah pendudukan Palestina sedang mengalami eskalasi berbahaya akibat serangan terus-menerus oleh pasukan Israel dan kelompok pemukim bersenjata terhadap warga Palestina," tulis Abbas dalam suratnya.
Abbas menegaskan bahwa rangkaian peristiwa tersebut tidak lagi dapat dipandang sebagai insiden yang berdiri sendiri. Ia menilai tindakan Israel merupakan bagian dari kebijakan yang terstruktur untuk mengubah kondisi di lapangan melalui perluasan permukiman dan peningkatan aksi kekerasan.
Menurut Abbas, kebijakan tersebut juga diarahkan untuk melemahkan Otoritas Nasional Palestina sehingga mengancam peluang terwujudnya solusi dua negara yang selama ini menjadi dasar berbagai upaya perdamaian internasional. "Situasi ini telah melampaui sekadar insiden kekerasan yang terisolasi dan merupakan kebijakan sistematis yang bertujuan menciptakan realitas baru di lapangan," tegasnya.
Ia juga memperingatkan bahwa langkah-langkah tersebut berpotensi memaksa warga Palestina meninggalkan tanah mereka serta dapat memperburuk stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah.
Dalam suratnya, Abbas mendesak masyarakat internasional menjalankan tanggung jawab hukum maupun moral dengan mengambil tindakan nyata terhadap pemerintah Israel. Ia meminta komunitas internasional memberikan tekanan agar Israel menghentikan serangan para pemukim, membawa para pelaku ke pengadilan, menghentikan seluruh aktivitas pembangunan permukiman, serta menjalankan berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB, terutama Resolusi 2334 yang menyatakan permukiman Israel di wilayah pendudukan Palestina tidak memiliki dasar hukum.
Selain itu, Abbas juga meminta adanya perlindungan internasional bagi rakyat Palestina sekaligus memastikan Israel memenuhi kewajibannya berdasarkan hukum internasional dan hukum humaniter internasional. "Kami menyerukan langkah-langkah mendesak dan nyata untuk menghentikan serangan pemukim, meminta pertanggungjawaban para pelaku, menghentikan seluruh aktivitas permukiman, serta melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan," tulis Abbas.
Presiden Palestina itu kembali menegaskan komitmennya terhadap penyelesaian konflik melalui jalan damai berdasarkan solusi dua negara, dengan mengedepankan legitimasi internasional, penolakan terhadap kekerasan dan ekstremisme, serta kerja sama bersama mitra internasional demi mewujudkan stabilitas dan perdamaian di kawasan.
Di tengah meningkatnya ketegangan di Tepi Barat, Pemerintah Spanyol turut menyampaikan kecaman keras terhadap aksi kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina. Dalam pernyataan resminya, Madrid menilai gelombang kekerasan terbaru memperlihatkan adanya serangan brutal terhadap warga sipil Palestina yang berlangsung tanpa adanya sanksi atau hukuman bagi pelakunya.
Pemerintah Spanyol menyebut serangan terbaru telah menewaskan sedikitnya empat warga sipil Palestina. Karena itu, Madrid mendesak pemerintah Israel segera mengambil langkah konkret untuk meredakan situasi sekaligus memastikan seluruh pelaku kekerasan diproses sesuai hukum. "Israel harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meredakan situasi dan memastikan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut diadili," tegas Pemerintah Spanyol dalam pernyataannya.
Selain meminta penghentian aksi kekerasan, Spanyol juga mendesak Israel mengakhiri kebijakan ekspansi permukiman serta menghentikan perlindungan terhadap pihak-pihak yang menyerang warga sipil Palestina.
Madrid menegaskan bahwa Israel memiliki kewajiban hukum untuk mencegah terulangnya serangan serupa. Pemerintah Spanyol juga kembali menyatakan dukungannya terhadap implementasi solusi dua negara dan berkomitmen terus mendorong pertanggungjawaban bagi setiap pihak yang dinilai menghambat tercapainya perdamaian di kawasan.