TEL AVIV, (ERAKINI) - Serangkaian rudal yang diluncurkan Iran memicu rentetan ledakan di langit Tel Aviv pada Jumat. Insiden tersebut terjadi ketika petugas pemadam kebakaran berusaha menjinakkan kobaran api di sebuah bangunan hunian yang terletak tidak jauh dari kawasan bisnis utama Israel.
Peristiwa ini berlangsung setelah Israel memperluas operasi militernya terhadap kelompok Hizbullah. Pemerintah Israel menegaskan akan melakukan pembalasan keras kepada kelompok militan yang didukung Teheran itu, setelah mereka ikut terlibat dalam konflik menyusul tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Sabtu lalu.
Media televisi milik pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran telah menembakkan sejumlah rudal yang diarahkan ke ‘sasaran di pusat Tel Aviv’. Pernyataan tersebut muncul setelah militer Israel sebelumnya menyatakan sedang berupaya menghalau proyektil yang ditembakkan Iran pada Kamis (5/3/2026) malam.
Jurnalis AFP yang berada di Tel Aviv melaporkan terdengarnya dua gelombang ledakan hampir bersamaan yang menggema di berbagai penjuru kota. Kilatan jejak roket juga terlihat menyala di langit Netanya, kota pesisir di utara Tel Aviv yang berada di tepi Laut Mediterania.
Usai serangan tersebut, layanan darurat Israel, Magen David Adom (MDA), menyampaikan bahwa tim medis mereka telah mendatangi sejumlah titik yang diduga terdampak. Meski begitu, tidak ditemukan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kepolisian Israel juga mengonfirmasi bahwa petugas tengah menangani beberapa lokasi di wilayah Israel tengah yang terkena jatuhan proyektil. Mereka menyebut terdapat kerusakan pada sejumlah bangunan, namun tidak ada laporan korban luka.
Salah satu proyektil dilaporkan menghantam sebuah gedung di kawasan pinggiran Tel Aviv sehingga memaksa para penghuni meninggalkan tempat tinggal mereka. Sementara itu, di lokasi permukiman lain yang berdekatan dengan pusat ekonomi Israel, petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang muncul akibat puing-puing yang jatuh setelah rudal Iran berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.
Pada Jumat pagi, Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel kembali mengeluarkan peringatan terkait potensi serangan roket kepada warga yang tinggal di komunitas dekat perbatasan Lebanon.