Search

Hari Ke-6 Perang, Iran Terus Hujani Israel dengan Rudal, Picu Ancaman Kehancuran Kawasan

DUBAI, (ERAKINI) - Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat setelah Iran kembali menembakkan rudal ke wilayah Israel pada Kamis (5/3/2026) pagi. Serangan ini terjadi saat konflik bersenjata di kawasan tersebut telah memasuki hari keenam dan terus menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan.

Serangan rudal dari Iran berlangsung tidak lama setelah sebuah kapal selam milik Amerika Serikat dilaporkan menenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia. Situasi tersebut memicu ancaman keras dari Teheran yang menyatakan siap menghancurkan fasilitas militer serta infrastruktur ekonomi di seluruh wilayah Timur Tengah.

Tak lama setelah peringatan tersebut, militer Israel mengumumkan adanya potensi serangan lanjutan. Pengumuman itu muncul setelah pasukan Israel memulai operasi militer baru di Lebanon, khususnya di pinggiran selatan Beirut, yang menjadi basis kelompok bersenjata Hezbollah yang didukung Iran.

Pertempuran semakin sengit setelah Amerika Serikat dan Israel memperkuat operasi pemboman mereka pada Rabu dengan menargetkan pasukan keamanan Iran serta sejumlah simbol kekuasaan negara tersebut.

Intensitas serangan terhadap Iran bahkan disebut sangat tinggi hingga televisi pemerintah Iran mengumumkan penundaan upacara berkabung untuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas pada tahap awal konflik. Sebagai perbandingan, pemakaman pendahulunya, Ruhollah Khomeini, pada 1989 dihadiri jutaan pelayat.

Operasi militer yang dimulai pada Sabtu lalu oleh Amerika Serikat dan Israel disebut menargetkan kepemimpinan Iran, sistem persenjataan rudal, serta program nuklir negara tersebut. Bahkan, salah satu tujuan yang sempat disampaikan adalah menggulingkan pemerintahan Iran, meskipun arah dan durasi operasi militer itu terus berubah.

Presiden Amerika Serikat (AS) saat itu, Donald Trump, memuji kinerja militernya di medan perang. Ia mengatakan pasukan AS “berkinerja sangat baik di medan perang, setidaknya begitulah adanya.” Dukungan juga datang dari sejumlah anggota Partai Republik di Senat yang menolak resolusi untuk menghentikan perang.

Serangan Meluas ke Beberapa Negara

Seiring konflik yang semakin meluas, Iran juga meluncurkan serangan ke wilayah Bahrain dan Kuwait. Sementara itu, Turki menyatakan bahwa sistem pertahanan NATO berhasil mencegat rudal balistik yang ditembakkan Iran sebelum memasuki wilayah udara negara tersebut.

Perang yang terus berlangsung ini telah menelan banyak korban. Pejabat setempat melaporkan lebih dari 1.000 orang tewas di Iran, lebih dari 70 orang di Lebanon, serta sekitar selusin korban jiwa di Israel. Konflik tersebut juga berdampak luas terhadap perekonomian global, termasuk terganggunya pasokan minyak dan gas serta pelayaran internasional.

Target Serangan: Fasilitas Militer Iran

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengungkapkan bahwa torpedo yang ditembakkan kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran pada Selasa malam di Samudra Hindia.

Otoritas Sri Lanka melaporkan 32 orang berhasil diselamatkan dari insiden tersebut, sementara angkatan laut negara itu menemukan 87 jenazah.

Israel juga menyatakan telah menyerang bangunan yang terkait dengan Basij, kelompok sukarelawan paramiliter yang berada di bawah Garda Revolusi Iran. Kelompok ini sebelumnya dituduh melakukan tindakan represif terhadap demonstran pada awal tahun.

Serangan juga diarahkan pada fasilitas yang berhubungan dengan komando keamanan internal Iran. Amerika Serikat dan Israel menyatakan harapan bahwa tekanan militer tersebut dapat mendorong rakyat Iran menggulingkan sistem teokrasi yang berkuasa.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan struktur militer negaranya bersifat terdesentralisasi. Menurutnya, banyak unit yang dapat bertindak secara mandiri sehingga serangan terhadap pusat komando tidak akan melumpuhkan keseluruhan kekuatan militer.

Televisi pemerintah Iran menayangkan gambar reruntuhan bangunan di Teheran serta wawancara dengan warga yang mengaku rumah mereka rusak akibat serangan. Serangan lain juga dilaporkan terjadi di kota Qom, yang menargetkan bangunan terkait panel ulama yang bertugas memilih pemimpin tertinggi Iran berikutnya.