China dan Pakistan Desak AS-Iran Hentikan Pertempuran dan Lanjutkan Perundingan
Akhmad Baihaqi Arsyad
SHANGHAI, (ERAKINI) – Di tengah kembali berkobarnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, China dan Pakistan menyerukan penghentian segera aksi militer serta mendesak kedua pihak kembali ke meja perundingan. Seruan itu muncul ketika ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat, terutama di sekitar Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.
Ajakan tersebut disampaikan seusai pertemuan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, dan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, di Shanghai, Jumat.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis Kementerian Luar Negeri China, kedua negara menyampaikan kekhawatiran mendalam terhadap memburuknya situasi keamanan di kawasan. "Menyatakan keprihatinan atas memburuknya situasi saat ini, serta menyerukan kepada pihak-pihak yang terlibat untuk segera menghentikan permusuhan dan kembali melakukan dialog," demikian isi pernyataan tersebut.
China dan Pakistan selama beberapa bulan terakhir diketahui aktif mendorong upaya diplomasi untuk meredakan konflik yang melibatkan Washington dan Teheran. Kedua negara juga berperan dalam mendorong lahirnya kesepakatan awal yang sempat membuka peluang berakhirnya perang.
Menurut Wang Yi, kesepakatan yang dicapai sebelumnya merupakan hasil perjuangan diplomatik yang tidak mudah dan tidak boleh disia-siakan. "Perdamaian sudah di depan mata; kita tidak boleh gagal di tahap akhir ini, dan terlebih lagi, kita tidak boleh kehilangan apa yang telah kita capai," tegas Wang.
















