Houthi kembali menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan serangan drone ke Kota Suci Makkah yang berhasil digagalkan Arab Saudi. Foto: Ilustrasi
JAKARTA, (ERAKINI) -Houthi kembali menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan serangan drone ke Kota Suci Makkah yang berhasil digagalkan Arab Saudi. Namun, Pemimpin HouthiYaman, Abdul-Malik al-Houthi, menepis tuduhan itu.
Ia menegaskan kelompoknya tidak pernah berupaya menyerang Kota Makkah, dan tuduhan tersebut sebagai "rekayasa dan disinformasi" di tengah memanasnya ketegangan dengan Arab Saudi.
Dalam pidato yang disiarkan oleh Al-Masirah TV yang dikelola Houthi, al-Houthi mengatakan klaim bahwa pasukan Houthi menargetkan Makkah merupakan "kebohongan".
Ia menyebut tuduhan tersebut digunakan untuk menggalang dukungan yang lebih luas terhadap apa yang disebutnya sebagai "langkah-langkah militer yang diberlakukan terhadap Yaman."
Asal Usul Houthi? Houthi adalah kelompok politik dan keagamaan bersenjata yang memperjuangkan kepentingan minoritas Muslim Syiah di Yaman, yakni kelompok Zaidi.
Mereka menyatakan diri sebagai bagian dari “poros perlawanan” yang dipimpin Iran terhadap Israel, Amerika Serikat, dan negara-negara Barat secara lebih luas. Poros tersebut juga mencakup kelompok bersenjata seperti Hamas dan gerakan Hizbullah di Lebanon.
Secara resmi kelompok ini dikenal sebagai Ansar Allah (Partisan Tuhan). Kelompok ini muncul pada 1990-an dan mengambil nama dari pendiri sekaligus pemimpin awalnya, Hussein al-Houthi, yang telah meninggal dunia. Pemimpin Houthi saat ini adalah saudaranya, Abdul Malik al-Houthi.
Pada awal 2000-an, Houthi terlibat dalam serangkaian pemberontakan melawan Presiden Yaman yang telah lama berkuasa secara otoriter, Ali Abdullah Saleh. Mereka menginginkan otonomi yang lebih besar bagi wilayah basis kelompok tersebut di Yaman bagian utara.
Selama Arab Spring pada 2011, pemberontakan rakyat memaksa Presiden Saleh menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya, Abdrabbuh Mansour Hadi.
Pemerintahan Presiden Hadi kemudian dilanda berbagai persoalan. Houthi mengambil alih Provinsi Saada di utara sebelum merebut ibu kota Yaman, Sanaa, setelah membentuk aliansi yang tidak lazim dengan Saleh dan pasukan keamanan yang masih loyal kepadanya.
Pada 2015, kelompok pemberontak tersebut menguasai sebagian besar wilayah Yaman bagian barat dan memaksa Hadi melarikan diri ke luar negeri.
Arab Saudi, yang merupakan negara tetangga Yaman, khawatir Houthi akan mengambil alih Yaman dan menjadikannya negara satelit bagi rivalnya, Iran.
Arab Saudi kemudian membentuk koalisi negara-negara Arab yang melakukan intervensi dalam perang tersebut. Namun, bertahun-tahun serangan udara dan pertempuran darat tidak berhasil menggusur Houthi dari sebagian besar wilayah yang telah mereka kuasai.
Siapa yang mendukung Houthi dan bagaimana mereka mendapatkan senjata?
Amerika Serikat menyatakan Iran memungkinkan Houthi menyerang kapal-kapal. Presiden AS Joe Biden bahkan mengirim “pesan pribadi” kepada Teheran yang mendesak Iran menghentikan dukungan tersebut. Iran membantah terlibat.
Arab Saudi dan Amerika Serikat menuduh Iran menyelundupkan senjata, termasuk drone, rudal jelajah, dan rudal balistik, kepada Houthi selama perang saudara Yaman. Menurut kedua negara, pengiriman tersebut melanggar embargo senjata PBB.
Tetapi, Iran membantah memasok senjata kepada Houthi dan mengatakan pihaknya hanya memberikan dukungan politik.
“Houthi tidak mungkin beroperasi pada tingkat seperti ini tanpa senjata, pelatihan, dan intelijen dari Iran,” kata Dr Elisabeth Kendall, pakar Timur Tengah dari University of Cambridge.
Namun, ia menambahkan: “Belum jelas apakah Iran memiliki komando dan kendali langsung atas Houthi.”
Menurut Italian Institute of International Political Studies, Iran telah membantu Houthi membangun pabrik untuk memproduksi drone di Yaman.
Houthi juga menerima nasihat dan dukungan militer dari kelompok Islamis Lebanon, Hizbullah, menurut Combating Terrorism Center di West Point Military Academy, Amerika Serikat.
Seberapa luas wilayah Yaman yang dikuasai Houthi? Yaman telah mengalami kehancuran akibat perang saudara yang meningkat satu dekade lalu, ketika Houthi merebut wilayah barat laut negara tersebut dari pemerintahan yang diakui secara internasional. Koalisi pimpinan Arab Saudi yang didukung Amerika Serikat kemudian melakukan intervensi untuk berupaya memulihkan kekuasaan pemerintah tersebut.
Houthi menguasai Sanaa dan wilayah barat laut Yaman, termasuk garis pantai Laut Merah.
Sebagian besar penduduk Yaman tinggal di wilayah-wilayah tersebut. Houthi menjalankan pemerintahan de facto yang memungut pajak dan mencetak uang.