BMKG: Jangan Anggap Remeh Potensi Gempa-Tsunami selama Libur Lebaran 2025
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau semua pihak, mulai dari lembaga pemerintah hingga masyarakat, untuk mewaspai serius kerawanan gempa-tsunami selama periode libur Lebaran 2025. BMKG menegaskan pentingnya sikap kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana ini.
"BMKG mencatat banyak kejadian gempa bumi pada hari raya, meski skalanya kecil, tapi jangan dianggap remeh," ujar Direktur Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangannya dikutip, Jumat(21/3/2025).
Daryono memaparkan bahwa selama 2024, Indonesia mengalami 20 kejadian gempa bumi merusak yang bersumber dari sesar aktif, subduksi lempeng, atau gempa dalam lempeng (intra-slab). Secara historis, BMKG juga mencatat ada 13 peristiwa gempa-tsunami yang terjadi pada periode libur Hari Raya Idulfitri.
Salah satu contoh adalah gempa 6,1 magnitudo di Sesar Ransiki, Tenggara Manokwari Selatan, Papua Barat, pada April 2024, yang menyebabkan lima orang meninggal dan 94 orang luka-luka.
BMKG juga mencatat gempa besar lainnya yang terjadi saat libur Idulfitri, seperti Palu pada 8 Agustus 2012 (6,2 magnitudo) yang menewaskan enam orang dan melukai 43 orang, serta Mentawai (6,1 magnitudo) pada 3 April 2023.
















