Pemimpin Maktab Diminta Memahami Latar Belakang Jemaah Haji Indonesia
Fajar Wahyu Hermawan
JEDDAH, (ERAKINI) - Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam berpesan agar para pemimpin maktab memahami latar belakang jemaah haji Indonesia. Latar belakang itu mencakup kultur, budaya, pendidikan, jenis kelamin, usia dan profesi.
Tahun ini Indonesia mendapat 241.000 kuota, terdiri atas 213.320 jemaah haji reguler dan 27.680 jemaah haji khusus. Nasrullah Jasam mengatakan, dari sisi usia ada sekitar 45.000 jemaah haji Indonesia yang masuk kategori lansia (65 tahun ke atas).
“Jemaah haji Indonesia sangat beragam. Dari sisi pendidikan ada yang hanya lulusan sekolah dasar, ada juga yang guru besar. Secara kultur juga beragam karena mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Nasrullah saat memberikan materi pada Bimbingan Teknis terintegrasi yang diselenggarakan KUH KJRI bersama Masyariq (perusahaan penyedia layanan di Arab Saudi) di Jeddah, 5 - 6 Mei 2024.
Menurut Ketua Masyariq M Amin Indragiri, pemahaman akan keragaman jemaah haji ini penting untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada jemaah. “Kami mewakili Masyariq meminta agar maktab berkerja secara professional,” kata dia.
Ini merupakan Bimtek pertama yang digelar Kantor Urusan Haji (KUH) pada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah bersama Masyariq (perusahaan penyedia layanan di Arab Saudi) dan petugas di wilayah kerja Bandara, Makkah, dan Madinah. Pada tahun-tahun sebelumnya Bimtek sifatnya hanya perkenalan antara Masyariq dengan pemimpin .


















