Kondisi banjir yang merendam hingga ke permukiman warga di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (9/8/2025). (Foto: BPBD Kabupaten Bogor).
JAKARTA, (ERAKINI) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat serangkaian bencana yang terjadi dalam kurun waktu Sabtu (9/8/2025) hingga Minggu (10/8/2025) pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, bencanahidrometeorologi basah seperti hujan lebat, angin kencang, hingga banjir masih melanda sejumlah daerah di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Abdul Muhari.
Peristiwa pertama tercatat di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, pada Jumat (8/8/2025) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Hujan deras yang disertai angin kencang menerjang kawasan tersebut dalam durasi cukup lama, mengakibatkan kerusakan di lima desa yang tersebar di dua kecamatan.
Daerah yang terdampak mencakup Desa Patane di Kecamatan Porsea, serta Desa Lumban Manurung, Lumban Sirait GU, Dolok Nauli, dan Lumban Huala di Kecamatan Parmaksian. Data sementara menunjukkan 61 kepala keluarga mengalami kerusakan rumah, khususnya di bagian atap. Selain itu, dua kantor desa, tempat ibadah, serta akses jalan juga turut terdampak akibat pohon tumbang.
BPBD Kabupaten Toba telah melakukan penanganan darurat, termasuk evakuasi dan pengumpulan data kerusakan di lapangan hingga Sabtu (9/8/2025).
Masih di Provinsi Sumatera Utara, bencana berikutnya terjadi di Kabupaten Karo pada Sabtu (9/8/2025), di mana angin kencang disertai hujan es melanda lima desa dan menyebabkan 14 rumah mengalami kerusakan.
Hingga Sabtu malam pukul 18.00 WIB, hujan dengan intensitas ringan masih turun di lokasi kejadian. Petugas dari BPBD Kabupaten Karo bersama aparat desa melakukan pendataan serta pemasangan terpal sebagai penanganan sementara bagi rumah yang terdampak.
Sementara itu di Pulau Jawa, hujan deras menyebabkan meluapnya aliran sungai dan menggenangi pemukiman warga di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada hari yang sama. Laporan BPBD Kabupaten Bogor menyebutkan sebanyak 352 rumah terdampak banjir, dengan rincian: empat unit rusak ringan, enam unit rusak sedang, dua unit mengalami kerusakan berat, dan dua tembok penahan tanah jebol.
Evakuasi warga dilakukan menggunakan perahu karet. Meski air telah surut, petugas gabungan masih melakukan pembersihan sisa lumpur dan material banjir di permukiman.
Melihat masih tingginya risiko bencana, BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencanahidrometeorologi. Langkah pencegahan seperti memangkas dahan pohon yang rentan tumbang, memperkuat bangunan, dan memastikan saluran air tetap lancar menjadi hal krusial.
Masyarakat juga diharapkan aktif mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta mengikuti arahan resmi dari petugas di lapangan, demi keselamatan bersama.