BMKG: Bibit Siklon Tropis Picu Hujan Ekstrem dan Angin Kencang di Selatan Indonesia
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Dinamika atmosfer di Indonesia dalam beberapa hari terakhir menunjukkan eskalasi yang patut diwaspadai. Intensitas hujan meningkat tajam di sejumlah wilayah, terutama Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan, dengan catatan curah hujan yang masuk kategori lebat hingga sangat ekstrem.
Sebagaimana dilansir Erakini dari laman resmi BMKG, Jumat (16/1/2026), data pemantauan menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar wilayah Indonesia mengalami hujan ringan hingga sedang, beberapa daerah mencatat lonjakan signifikan, seperti Jawa Tengah dengan 188,4 mm per hari, Banten 90,2 mm per hari, Jawa Barat 89,0 mm per hari, serta Sumatera Selatan 50,6 mm per hari.
Menurut BMKG, fenomena cuaca ekstrem ini dipicu oleh gabungan beberapa faktor utama. Dari sisi regional, terdapat sirkulasi siklonik yang diperkuat oleh aktifnya monsun dingin Asia. Sirkulasi tersebut terdeteksi di wilayah selatan Nusa Tenggara Barat dan telah berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S, yang berperan besar dalam mengganggu kestabilan atmosfer di sekitarnya.
Selain itu, aliran udara lembap dari monsun Asia bergerak intens dari Laut Cina Selatan, melintasi Selat Karimata, hingga menjangkau Pulau Jawa. Perpaduan antara bibit siklon dan suplai udara basah ini membentuk serta memperkuat zona konvergensi berskala luas di wilayah selatan Indonesia, mencakup Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat. Kondisi tersebut menjadi pemicu utama pertumbuhan awan hujan yang masif dan berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem.

















