Nusron Wahid Muncul ke Publik, Siap Bantu dan Ikuti Proses Hukum di KPK
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid untuk pertama kalinya muncul ke publik setelah namanya disebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam konferensi pers kasus dugaan suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Nusron menyatakan siap membantu dan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan di KPK.
"Pertama, kami menghormati apa yang diproses oleh aparatur penegak hukum, dalam hal ini KPK. Kami juga akan mengikuti dan kami akan membantu proses yang ada di sini," ujar Nusron kepada awak media, Jumat (19/8/9/2026).
Nusron berharap kasus tersebut dapat menjadi momentum untuk mempercepat perbaikan pelayanan di lingkungan internal Kementerian ATR/BPN.
"Semoga dengan kejadian ini ada proses percepatan perbaikan pelayanan di internal kantor ATR/BPN. Kita ikuti prosesnya ini dan kami serahkan sepenuhnya kepada KPK sebagai APH," katanya.
Nusron juga memastikan pelayanan pertanahan tetap berjalan di tengah proses hukum yang dilakukan KPK.
"Insyaallah tidak terganggu, kami minta tetap solid, pelayanan tetap jalan, peralihan hak 10 hari tetap jalan, pengukuran terjadwal tetap jalan, kan memang sebelum ini kita sudah komit untuk itu, untuk melakukan beberapa inovasi-inovasi dan perubahan-perubahan," lanjut Nusron.
Sebagai informasi, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di kawasan Jabodetabek pada Senin (14/9/2026). OTT tersebut terkait dugaan korupsi dalam pengurusan HGB perusahaan pengembang swasta di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.


















