Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf (ketiga dari kanan) berfoto bersama pihak KJRI di Jeddah dalam suatu pertemuan yang digelar belum lama ini (Foto: Kemenhaj)
Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, pembentukan platform itu merupakan hasil pertemuan pihaknya dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah belum lama ini.
Selain itu, ada juga mitra strategis lain seperti maskapai nasional, penyedia layananjemaah, dan otoritas terkait di Kerajaan Arab Saudi, yang juga terlibat.
“Yang lebih penting lagi, kita telah menyepakati semacam Task Force antara Kemenhaj RI bersama KBRI dan KJRI. Dengan begitu, setiap ada permasalahan apapun bisa segera dicarikan penyelesaiannya,” kata Gus Irfan dalam keterangannya, Senin (10/11/2025).
Gus Irfan menegaskan, Task Force yang diinisiasi Kemenhaj RI ini akan menjadi platform koordinasi bersama untuk memperkuat tata kelola penyelenggaraan haji. Langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi diplomasi layanan haji yang dikembangkan Kemenhaj RI sejak transformasi kelembagaan dari Badan Penyelenggara Haji menjadi kementerian.
Lebih lanjut, Gus Irfan menyebut pentingnya sinergi lintas lembaga untuk memastikan seluruh aspek penyelenggaraan haji berjalan secara terintegrasi, efektif, dan responsif terhadap dinamika di lapangan.
“Alhamdulillah siang ini kita berkoordinasi dengan KBRI Riyadh, Konjen di Jeddah, dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Garuda Indonesia. Semua ini dalam rangka mempersiapkan proses haji tahun 2026,” ujar Gus Irfan.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad mengatakan, kolaborasi erat antara kementerian dan perwakilan diplomatik menjadi kunci penguatan layananjemaah haji Indonesia di Tanah Suci.
“Kolaborasi ini menjadi penguatan bahwa diplomasi perlindungan jemaah haji dan kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji dapat kita ikhtiarkan bersama melalui kerja lintas institusi seperti yang saat ini dibangun bersama Kemenhaj RI,” ungkap Abdul Aziz.
Tak hanya itu, pertemuan Kemenhaj dengan KBRI dan KJRI juga membahas sejumlah aspek teknis penyelenggaraan haji, mulai dari kesiapan transportasi udara, layanan katering dan akomodasi, hingga integrasi data pergerakan jemaah melalui sistem digital Kemenhaj RI yang akan disinkronkan dengan mitra di Arab Saudi.