Puisi-Puisi Novia Uswatun Hasanah
Novia Uswatun Hasanah
KEMBANG PENGHUJUNG TAHUN
Seperti kembang api
Di gegap malam menuju pagi
Di peralihan catatan refleksi dan resolusi
Aku melayang tinggi
Mekar menyala lalu mati
Selesai
Memang tak perlu hati untuk sekedar menjadi kejam
Nampak hatimu bukan dilatih untuk berempati
Melainkan bertaruh untung rugi
Bagi dirimu sendiri
Semarang, Desember 2018
MANUSIA
Separuh Tuhan Separuh hamba
Memanjat doa Membuat dosa
Menyemai cinta Memupuk benci
Membangun hormat Menggali umpat
Mendamba damai Memicu berai
Melakon malaikat Menjiwa iblis
Semarang, Desember 2018
PATAH
Meski menjadi buah pikir atas perihku tak pernah jadi tujuanmu
Aku tak akan pernah sanggup menerima pamitmu
Sama sepertiku yang tak pernah berhasil menepis rindu
Sejak kehadiranmu
Jika ketiadaanmu justru meniadakanku,
Jadi, logika mana yang kau pakai?
Mataku menangisi air matamu
Menderas menganak-sungai
Meluap-luap
Menghanyutkan segala yang ditemui
Tapi di matamu api menari-nari
Membakar menguapkan segalaku
Kudapati ku tanpa abu
Semarang, Desember 2018
Novia Uswatun Hasanah,
Asal Cilacap. Pernah tergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa di UIN Walisongo Semarang. Banyak menempa dan mengembangkan diri di Semarang. Penikmat buku dan sastra. Kini aktif dalam kegiatan pengembangan pendidikan anak bangsa di kampungnya.

















