Puisi-Puisi Khanafi
Khanafi
Di saat kesepian begitu menyala
mengalirlah aku ke dalam kota
yang penghuninya mirip hantu
jasadnya dikubur jauh di desa
terkumur kenangan cuaca
Kuperhatikan kupu-kupu terbang
membawa bulan purnama
yang kehilangan warna
langit membuang wajahnya ke laut
dan kusaksikan tebing-tebing berkejaran
seperti sekawanan anjing memburu
Aku diserbu kesepian Panjang
airmata jatuh jadi hutan-hutan
hatiku dimangsa burung-burung liar
aku diterkam kehilangan-kehilangan
Pada kota mengalirlah jasadku
dikejar-kejar anjing hitam
dilempar-lempar ke bulan padam
kemudian jatuh ke benua tanpa kekasih
Insomnia 43
Aku berbaring dalam kegelapan dan berpikir
seharusnya aku mati atau pergi saja malam ini
lesap ke arah hitam
Jika aku duduk di musim hujan itu
dan keputusasaan menguasaku lagi
aku sudah selesai dengan segalanya, tapi
ke mana aku harus pergi atau berdiri kini
Aku sendiri tidak selalu ingin mengatakan:
ketika hati tidak lagi membelaku
aku ingin menyerah saja pada kehidupan
Seseorang mungkin menemukan ketakutan
dan kenyamanan dalam diri seseorang lainnya
dan jika seseorang tidak lagi memiliki laut di hatinya
seseorang yang ingin hidup di dalamnya akan mati
Lantas siapa di kota jahat ini
yang tidak tega meninggalkanmu
dan mencuri kebahagiaan dari matamu
selain kesedihan bermata merah itu?
Sekarang aku berdiri di kamar sunyi
biarlah cahaya matahari
memecahkan kesunyianku
menjadi berkeping-keping tajam
Di antara serpihan kegelapan yang gugur
ada pula kehidupan yang surut
dan seakan harapan semakin jauh
dan aku tidak ingin peduli pada mimpi-mimpi
Aku berbaring dalam kegelapan dan berpikir, seharusnya aku mati atau pergi saja malam ini lesap ke arah hitam


















