23 Karya dari 17 Kartunis Indonesia Dipajang dalam Pameran ‘MERDEKA ATAU MATI KUTU!’ di Semarang
Akhmad Baihaqi Arsyad







Pameran yang bertajuk ‘MERDEKA ATAU MATI KUTU!’ ini akan berlangsung pada 17–28 Agustus 2025 di Tan Artspace – Jl. Papandayan 11 Semarang. Menariknya, pameran ini gratis dan terbuka untuk umum.
Dengan karya-karya reflektif, lucu dan penuh makna, 23 karya tersebut menjadi sebuah refleksi kritis–humoris-estetis atas wajah Indonesia hari ini. Hal itu disampaikan oleh Ketua Penyelenggara Pameran Kartun ‘MERDEKA ATAU MATI KUTU!’ Abdullah Ibnu Thalhah.
“Pameran ini berangkat dari rasa cinta kita, para kartunis, terhadap Republik Indonesia ini. Pameran ini untuk seluruh masyarakat Indonesia sebagai bagian dari pada refleksi kritis kita pada saat merayakan kemerdekaan RI ini,” kata Thalhah usai acara pembukaan pameran tersebut.
Ia mengatakan, para kartunis di Persatuan Kartunis Indonesia mengungkap harapan, doa dan cita-cita dalam bahasa kartun yang aktual dan humoris. “jadi di sini kita mengungkapkan harapan, doa, angan-angan, cita-cita dalam bahasa kartun yang segar, aktual dan juga humoris. Semoga masyarakat bisa mengapresiasi karya kami para kartunis,” imbuhnya.

Adapun pameran ini telah dibuka mulai hari ini, Minggu (17/8/2025) pada 16.00 WIB yang kemudian juga dirangkai acara ‘Bincang Kartun Indonesia‘dan workshop kartun.
Sebanyak 23 karya tersebut telah melewati kurasi oleh kurator: M. Rahman Athian. Adapun 17 kartunis tersebut yaitu: Abdullah Ibnu Thalhah, Agoes Jumianto, Beng Rahadian, Djoko Susilo, Diyan Bijac, Jango Pramartha, Jajak Solo, Jitet Kustana, M. Syaifuddin Ifoed, Mice Misrad, Sukartoen, Thomdean, Tiyok Black, Wahyu Kokkang, Wawan Bastian, Koesnan Hoesie, Yeksa Sarkeh Chandra,
Aacra ini didukung oleh Suara Merdeka Network, Senangsenang.id, Erakini.id, ipol.id dan Kontan.
