Puisi-Puisi S. Mandah Syakiroh
S. Mandah Syakiroh
Mata Ibu
Di mata ibu,
seorang anak selalu menjelma bayi
tangisnya adalah haus air susu
tawanya membekuk segenap sendu
Saat dunia mengukir luka di lututnya
tangan ibu menjelma apotek dua puluh empat jam
yang sedia obat paling mujarab.
Di mata ibu,
seorang anak selalu menjelma bayi
tak akan pulas sebelum wujud qidam baqa’
mengalun dari mulut ibu bak suara gerimis
Laju usia tak berlaku.
bengkel dalam tubuh ibu selalu terbuka
bagi roda mimpinya yang gemar mangkrak itu.
2024
Riwayat Bunga Kamboja
Konon ia lahir ketika seorang perempuan
menangis setiap hari. dadanya dangau bening
memantul rembulan
terguncang oleh sebuah perpisahan
Di hadapan pusara kasihnya,
ia memunggungi semesta yang menuju punah.
deras air mata menembus ke dasar tanah.
lalu hiduplah bebunga yang mengasuh kesetiaan
pada kuning-putih kelopaknya: kamboja.
Konon ia lahir untuk merawat yang tak pernah mati.
setiap sore melalui aroma sunyi,
ia nyanyikan pesan rindu pada para pelawat
yang mengemban biru legam dalam dada
2023
Kotaku sedang Berangin, Sementara Aku terus Berangan
Kotaku terbuat dari suara laut yang dicampur
dengan setitik rasa asing. setiap pagi
wajah seorang putra keraton membayang
di balik kembang randu yang mulai layu.
Debar pesisir menyergapi gapura pasar-pasar tua
yang menuju pulas di pojokan.
sementara aku kerap gagal membaca ciri
sebuah pedati yang hendak melintas malam ini

















