Suasana pembukaan pameran 'INDONESIA HA HA HI HI 2026' yang digelar di Balai Budaya Jakarta pada Selasa (21/7/2026). Ratusan pengunjung datang dan menikmati puluhan karya kartunis Indonesia yang menyuarakan kondisi bangsa. (Foto: Wawan Bastian/Erakini).
JAKARTA, (ERAKINI) - dari 30 kartunis terkemuka dari berbagai daerah di Tanah Air bertajuk ‘’ digelar di Balai Budaya Jakarta mulai Selasa (21/7/2026). Ratusan pengunjung nampak ramai mengunjungi yang menyuguhkan puluhan kartunis yang menyuarakan kondisi bangsa Indonesia.
Menurut Ketua Pelaksana, Jan Praba, pameran yang akan berlangsung hingga 29 Juli 2026 ini merupakan lanjutan dari pameran yang pertama dengan tema yang sama. Ia mengungkapkan, tema tersebut dipilih sebagai sarana mengajak para kartunis menyikapi berbagai dinamika yang terjadi di Indonesia dengan kepala dingin dan penuh kedewasaan.
“Saya ingin mengajak kartunis Indonesia menyikapi persoalan di Indonesia ini degan bijak, tanpa ada emosi, tanpa ada amarah. Yang bisa kita lakukan hanya tertawa bukan berarti kita menertawakan Indonesia secara pesimis, tapi kita tidak bisa berkomentar apa-apa lagi selain hanya dengan tertawa melihat kondisi Indonesia yang sekarang. Jadi kita tidak perlu marah, kemarahan kita kita lampiaskan ke dalam karya yang semoga itu mendapat respons yang cukup positif dari penyelenggara negara,” kata Jan Purba kepada Erakini, Selasa (21/7/2026) malam.
Melalui karya-karyakartun, lanjut dia, para kartunis berusaha menyampaikan kritik tanpa dibalut kemarahan maupun emosi yang berlebihan. Tawa yang dihadirkan dalam karya-karya tersebut bukanlah bentuk pesimisme terhadap Indonesia, melainkan refleksi atas berbagai realitas yang terjadi di tengah masyarakat.
“Pesan yang ingin kita sampaikan lewat karya-karya ini sangat jelas, artinya begini, kita kartunis menyikapi kondisi yang terjadi di Tanah Air secara dewasa, tidak ada opini pribadi, tidak ada opini afiliasi dari partai politik mana pun. Ini sebetulnya kondisi yang terjadi di tengah masyarakat dan ini mewakili masyarakat semua. Jadi ini persoalan yang menyentuh semua orang, bukan merugikan tiap perorangan atau partai politik, ini persoalan semua rakyat,” ujarnya.
Melalui pameran ini, para kartunis berharap masyarakat maupun para pemangku kepentingan dapat melakukan introspeksi dan melihat berbagai persoalan dari sudut pandang yang lebih terbuka. Dengan demikian, karya-karya tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu memunculkan gagasan dan solusi yang konstruktif bagi kemajuan bangsa.
Jan juga berharap penyelenggaraan pameran serupa di masa mendatang dapat melibatkan lebih banyak pelaku seni dan budaya, baik dari dalam maupun luar negeri. “Ke depannya, kita harapkan partisipasi kartunis yang lebih banyak lagi, kalau bisa mengundang entah itu penyair, pelukis, budayawan baik nasional maupun internasional untuk bisa menyikapi kondisi yang terjadi di Tanah Air secara dewasa tanpa ada beban, tanpa ada pesan terselubung, pesannya adalah jelas untuk kebaikan bangsa dan negara,” pungkasnya.
Adapun pameran ini diinisiasi oleh Persatuan Kartunis Indonesia (PAKARTI) bersama KAMPOENG SEMAR dan Balai Budaya Jakarta yang menghadirkan lebih dari 40 karyakartun yang mengangkat beragam tema sosial, budaya, pendidikan, hingga kehidupan sehari-hari. Melalui sentuhan humor yang cerdas dan menghibur, para kartunis berupaya menyampaikan pesan-pesan reflektif yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pameran ini merupakan hasil kerja sama Persatuan Kartunis Indonesia (PAKARTI), KAMPOENG SEMAR, dan Balai Budaya Jakarta, dengan dukungan media partner Erakini.id, ipol.id, dan WartaTrans. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi antara komunitas seni, institusi budaya, dan media memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem seni rupa Indonesia.
Dibuka secara gratis bagi publik, pameran ini diharapkan menjadi ruang apresiasi yang mempertemukan seniman, akademisi, pelajar, keluarga, serta masyarakat umum dalam suasana yang hangat dan penuh inspirasi.