Puisi-Puisi Galuh Ayara
Galuh Ayara
kau bawa moyangku yang luhur dan beragama
ke hadapanku, ia bawa semangkuk marshmallow, wine, dan kitab tebal berisi kecemasan turun temurun
aku merasa sedang berjalan
dan kelelahan
aku berjalan amat jauh sampai
aku tidak lihat ibu, tidak lihat ayah,
saudara,
dan teman.
sendiri dan ketakutan
aku terlalu jauh hingga
tak bisa melanjutkan perjalanan, atau
berbalik pulang
maka aku diam saja
seperti patung tua yang--
mencuri gelisah
dan menjadikannya sebagai silsilah
2024
Ethelburga di Sebuah Pagi
aku lahir tidak untuk menangisi kecemasan
tidak juga untuk membagi dan memotongnya dengan siapa pun
termasuk kepada engkau
yang diam di tubuh ethelburga pada sebuah pagi yang blur
di kota itu, orang-orang berbondong mengunjungimu kapan pun
setiap kali mereka terpejam
dengan wajah menghadap ke barat
atau ke utara?
atau bahkan ketika wajah-wajah itu tak menghadap ke mana pun
hanya pada kekosongan yang luas membentang
di pintu-pintu yang menganga
pada barking abbey
o ethelburga dan tubuh yang tabah
wanita pantang lemah pada derita
tapi waktu yang
berdetak
membuat semakin dalam tenggelam
sementara–
aku masih menolak bungkuk dan menjadi hamba siapa-siapa
2024
Pada Sebuah Kubus Kecil
seseorang memberikanku sebuah kubus kecil punya pintu
ketika kusentuh pintu itu,
tubuhku terhisap

















