Puisi-Puisi Daviatul Umam
Daviatul Umam
Di antara batang ketela
dan hamparan kacang tanah
lubang-lubang seukuran telunjuk
mengintip kaki legammu
Awas!
jangan asal mengulur umpan
salah-salah jemarimu
bakal dikecup kelabang
di ujung gelap
jangkrik jantan mungkin risau
sementara kau adalah danawa
yang pantang pulang
sebelum senja tergenggam
kau bangun rumah tanah
di dalam gelas karet
kau buat liang lembap
dengan taburan karokot
dan kembang labu
supaya tahanan betah-ceria
esok, jagoanmu akan bertarung
untuk menunjukkan siapa
yang harus dihukum gantung
esok, kau pun mesti bertempur
demi memahami
hukuman yang sebenarnya
Sumenep, 2024
Memburu Burung
Di siang beringsang
surya mengisap bau kencur
dari kusut rambutku
aku mengembara
sebagai pemburu ulung
di mana tiap langkahku
menggetarkan paru beburung
senjataku terbuat
dari dahan asam atau srikaya
dengan kerikil-kerikil ababil
memenuhi saku celana
saat membidik sasaran
lalu peluruku memelesat
dan menghantam dadanya
aku tak sempat bertanya:
Kenapa aku suka
memburu burung-burung
padahal aku gemar
menggambarnya terbang
menghambur dari puncak gunung?
rupanya, masa kecil
tidak hanya mendidikku
untuk mengenal dan menyayangi
Sumenep, 2024


















