Kabar baik bagi para santri. Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) bagi santri untuk menempuh pendidikan sarjana di dalam negeri telah dibuka.
Kesempatan emas bagi mahasiswa berprestasi kembali dibuka. LPDP telah membuka pendaftaran Beasiswa Akselerasi Magister 2026.
Kepala Puspenma, Ruhman Bashori, menegaskan bahwa keberhasilan program BIB tidak terlepas dari peran aktif perguruan tinggi sebagai mitra utama.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan akan memasukkan nama Dwi Sasetyaningtyas ke dalam daftar hitam (blacklist) di seluruh instansi pemerintah.
Beasiswa Talenta Indonesia dirancang khusus untuk memberikan pendanaan pendidikan jenjang Sarjana (S1) atau Sarjana Terapan (D4), baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.
Beasiswa Garuda memberikan kesempatan kuliah S1 di puluhan kampus top dunia secara gratis penuh, termasuk biaya hidup.
Pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree 2026 dibuka mulai 25 Januari hingga 15 Februari 2026 dan dapat diakses secara daring melalui laman beasiswa.kemenag.go.id.
Budaya mutu menjadi bekal terbaik bagi sebuah perguruan tinggi menghadapi era persaingan, menyambut Indonesia Emas 2045.
Riset kolaboratif MoRA The Air Funds yang dibiayai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) harus dijalankan secara akuntabel serta memberi dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Menjelang LPDP tutup buku 2025, Kementerian Agama (Kemenag) melakukan akselerasi penyaluran beasiswa.
Kementerian Agama (Kemenag) RI menggandeng LPDP menggelar Penguatan Moderasi Beragama di 4 perguruan tinggi keagamaan untuk mencetak para penggerak di Indonesia.
Program MoRA The AIR Funds merupakan pendanaan riset berbasis mandat Kemenag melalui mekanisme LPDP, dengan tujuan memperkuat riset strategis di berbagai bidang.
Kemenag melalui Puspenma bersama LPDP mengalokasikan dana riset dan beasiswa sebesar Rp50 miliar per tahun selama periode 2024-2026
Imam Malik Riduan adalah peraih beasiswa S3 yang dibiayai LPDP ke Australia. Sebelum belajar di pendidikan tinggi, Riduan adalah santri di ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.
Siapa bilang kuliah di kampus top dunia luar negeri hanya bisa dilakukan oleh lulusan perguruan tinggi negeri (PTN) ternama seperti UI, ITB, atau UGM?