Hasil seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) 2024 sudah diumumkan. Sebanyak 834 santri lolos seleksi dan berhak atas beasiswa kuliah dari Dana Abadi Pesantren.
Kehilangan pekerjaan bukanlah akhir dunia. Penting untuk segera bangkit dan mencari solusi terbaik, terutama dalam menjaga kondisi finansial.
Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM) menetapkan 223 lembaga Ponpes Salafiyah penyelenggara Pendidikan Kesetaraan menjadi sasaran akreditasi 2024.
Berikut profil Gus Kikin, ketua terpilih PWNU Jawa Timur.
Selamat, pengasuh pesantren Tebuireng, Gus Kikin terpilih menjadi Ketua PWNU Jawa Timur 2024-2029.
Kementerian Agama (Kemenag) RI mendorong pemerintah daerah untuk menyusun Perda Pesantren.
Seniman-budayawan muda memiliki keterampilan dan potensi besar dalam mengembangkan kebudayaan di Nusantara. Kemenag mengingatkan tentang pesan-pesan luhur ulama dalam melestarikan dan memperkaya ekspresi budaya.
Santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Buntet Cirebon, Jawa Barat, didorong melek literasi terkait dengan makanan halal dan bergizi.
Segera daftar! Program Bantuan Inkubasi Bisnis Pesantren tahap II sudah dibuka. Batas pendaftaran hingga 8 Juli. Simak selengkapnya di sini!
Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) 2024 degan kuota 1.000 santri akan dibuka. Periode pendaftaran akan berlangsung pada 3-13 Juli 2024. Simak selengkapnya di sini!
Gerakan tanpa HP dan TV usai Magrib di Pondok Pesantren Salaf Al Futuchiyyah Susukan, Kabupaten Semarang efektif mendekatkan anak dengan Alqur'an. Simak di sini!
Kementerian Agama (Kemenag) RI bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) saat ini tengah memperkuat sinergitas untuk maksimalkan realisasi dana abadi pesantren.
Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas mengimbau jemaah haji beristirahat menjelang puncak haji yang kurang dua hari lagi.
Sebanyak 850 Pesantren mengikuti pelatihan online 'Kemandirian Pesantren' yang digelar Kementerian Agama.
Ponpes Sidogiri dirintis seorang Sayyid dari Cirebon, Jawa Barat, bernama Sayyid Sulaiman, keturunan dari Sultan Hasanuddin bin Sunan Gunung Jati.