Santri dan dunia pesantren perlu beradaptasi dengan perubahan zaman agar bisa tetap eksis. Namun, santri harus selalu memegang teguh nilai-nilai pesantren.
Secara sosiologis, pesantren yang berada di wilayah otoritas Pemda tertentu sesungguhnya adalah institusi pendidikan yang membantu terhadap kualitas warga Pemda itu sendiri.
Kegiatan ini menjadi simbol kecintaan santri kepada Rasulullah SAW sekaligus bentuk rasa syukur atas jasa para ulama dan pahlawan santri.
Rangkaian Hari Santri 2025 resmi ditutup gelaran Malam Bakti Santri Untuk Negeri di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Jumat (24/10/2025) malam.
Prof Asep melihat pembentukan Ditjen Pesantren sebagai bentuk pengakuan substantif negara terhadap pesantren sebagai ekosistem pendidikan Islam yang telah lama menjadi benteng Islam moderat.
Prasetyo mengatakan, persetujuan tersebut mencerminkan harapan besar Presiden terhadap masa depan pesantren dan para santri di Indonesia.
Menurut Prof Ishom, peran santri dan pesantren tidak hanya kuat di masa lalu, tetapi juga terus relevan di masa kini.
Adegan seorang santri yang minum susu sambil jongkok ditampilkan sebagai bagian dari hiburan. Sebagian penonton mungkin tertawa, rating acara meningkat, sementara para santri merasa heran.
Melalui kerja sama ini, akan dibangun SPPG khusus pesantren yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan para santri
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan rasa syukur atas kabar tersebut. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah mengawal proses panjang hingga keluarnya izin pembentukan Ditjen Pesantren.
Peringatan Hari Santri bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menegaskan peran santri masa kini sebagai penjaga moral, kebangsaan, dan keindonesiaan di tengah perubahan zaman.
Kemenag menyampaikan bahwa tidak lama lagi Dirjen Pondok Pesantren akan disahkan. Hal itu diketahui usai pihaknya berkoordinasi dengan Presiden RI melalui Kementerian Sekretariat Negara.
Salah satu momentum bersejarah itu terjadi pada 22 Oktober 1945, ketika para santri dan ulama dari berbagai pesantren di Pulau Jawa berjuang melawan penjajah. Untuk mengenang jasa mereka, pemerintah menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Santri melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015.
Kemenag melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, untuk pertama kalinya memberikan penganugerahan Pesantren Award dalam rangka Hari Santri 2025.
Ketua Umum Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen (Gus Nabil) menyebut bahwa tak ada yang boleh ingkari sejarah perjuangan pesantren.