Anutin Charnvirakul terpilih menjadi Perdana Menteri ke-32 Thailand. Siapa Anutin Charnvirakul dan seperti apa janji politiknya?
Berikut ini profil dan karya monumental Prof Tihami yang meninggal di usia 74 tahun.
Informasi wafatnya guru besar Fakultas Syariah tersebut dibenarkan oleh putranya yang juga Wakil Dekan Fakultas Dakwah UIN Banten, Dr Helmi Faizi Bahrul Ulumi. Pesan duka cita itu tersebar melalui grup-grup percakapan WhatsApp.
Prof Ishom menilai, kreativitas dalam memilih metode dakwah pun menjadi keharusan agar pesan dapat diterima sesuai karakter masyarakat masa kini.
Menag RI Prof Nasaruddin Umar meluruskan pernyataannya soal profesi guru. Begini katanya.
Prof Asep menyebut bahwa tidak akan ada kemajuan suatu bangsa tanpa ada peranan guru. Hal itu disampaikan Prof Asep dihadapan ribuan peserta PPG Gelombang 3.
Kemenag menjamin ribuan guru yang mengikuti PPG 2025 masih bisa mengajar, baik yang dilakukan secara daring maupun luring.
Kemenag menyampaikan, peningkatan jumlah guru yang mengikuti PPG dari tahun ke tahun menunjukkan tren positif. Pada 2026 mendatang, anggaran yang telah disiapkan mencapai Rp10,1 triliun.
Kemenag melaporkan bahwa sepanjang 2025 sudah ada ratusan ribu guru yang mengikuti sertifikasi. Anggaran untuk kegiatan tersebut juga telah mencapai Rp10,1 triliun.
Diplomat muda Kemlu RI, Zetro Leonardo Purba, tewas ditembak orang tak dikenal di Lima, Peru. Zetro dikenal sebagai sosok pekerja keras dan pribadi yang hangat.
Dalam kesempatan itu, UIN SMH Banten menekankan pentingnya kajian menyeluruh terkait tata kelola teknologi dan perencanaan kawasan kampus.
Mauro Nils Zijlstra (20) resmi memperkuat Timnas Indonesia setelah mengucapkan sumpah setia sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
Ahmad Sahroni dicopot dari jabatan Wakil Ketua Komisi III. Sahroni belakangan menjadi sorotan menyusul sejumlah pernyataannya yang menuai kontroversi.
Kombes Pol Yolanda E Sebayang menjadi serotan jelang HUT ke-77 Polwan. Kombes Yolanda ditunjuk sebagai Ketua Panitia Hari Jadi Polwan ke-77 Tahun 2025.
Prabowo mengenang Prof Mahar Mardjono bukan hanya seorang dokter, melainkan juga pejuang yang ikut mengangkat senjata.