Search

Berkata Kotor dan Kasar saat Sedang Berpuasa Bagaimana Hukumnya? Simak di Sini!

BERKATA kasar dan kotor dianggap merupakan salah satu perbuatan tercela dan sifat tidak baik dalam agama Islam. Sebab agama Islam hadir untuk mengajarkan akhlak mulia nan santun kepada para pemeluknya.

Namun demikian, sebagai manusia yang tidak luput dari khilaf dan dosa, terkadang karena terpancing amarah, tidak sedikit orang yang mengeluarkan kalimat sumpah serapah kasar dan kotor. Termasuk ketika berada di bulan Ramadhan.

Lalu muncul pertanyaan, bagaimana puasa orang yang melakukan perbuatan tersebut?

Pada dasarnya, pilihan seorang muslim dalam hal perkataan hanya dua saja, yakni berkata baik atau diam. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah saw. Bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا، أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik dan jika tidak maka diamlah,” (HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47).

Terutama saat berpuasa, dilarang keras berkata kasar dan kotor. Sebab puasa sendiri bertujuan untuk mengekang dan melatih diri mengendalikan hawa nafsu dari perbuatan tercela.

Sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Yusul Al-Qaradhawi dalam buku Pangkuan Sunnah yang diterjemahkan, dikatakan bahwa dalam menjaga amalan puasa, tidak mengatakan perkataan kasar dan kotor. Jadi, berkata kotor akan mengurangi amalan atau pahala dari puasa.

Dijelaskan juga, apabila terlibat pertengkaran kemudian dicerca atau dicaci, seorang muslim sangat dianjurkan tidak membalas perlakuan tersebut dengan keburukan pula. Cukup dengan dibalas berkata santun kepada orang tersebut "sungguh saya sedang berpuasa".

Sebab, pada dasarnya seorang muslim dilarang keras untuk mengucapkan kata-kata kasar dan kotor, meskipun sedang tidak berpuasa. Sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW yaitu,

مَا شَيْءٌ أَثْقَلُ فِيْ مِيْزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ وَإِنَّ اللهَ لَيُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيْءَ

Artinya: "Sesungguhnya tidak ada satu hal apapun yang paling berat dalam timbangan kebaikan seorang mu'min pada hari kiamat seperti akhlaq yang mulia, dan sungguh-sungguh (sebenarnya) Allah benci dengan orang-orang yang lisannya kotor serta kasar." (HR. at Tirmidzi).