Search

Hari ke-8: Serangan Udara AS-Israel ke Iran Makin Brutal, Korban Tewas Capai 1.230 Orang

JAKARTA, (ERAKINI) – Memasuki hari ke-8, serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran semakin brutal. Perang ini dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.230 orang dan diperkirakan bakal terus bertambah.

Dilansir Al Jazeera, ledakan besar mengguncang sejumlah wilayah di Iran, termasuk ibu kota Teheran pada Sabtu (7/3/2026) dini hari. Teheran pun membalas dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel.

AS memperingatkan akan adanya aksi pengeboman lanjutan yang menurut para pejabat menjadi yang paling intens sejak serangan perdana Sabtu pekan lalu. Jumlah korban saat ini telah mencapai 1.230 orang dan diperkirakan masih terus bertambah setiap hari.

Militer Israel pada Sabtu pagi menyatakan telah memulai gelombang serangan berskala luas terhadap sejumlah target di Teheran.

Sebagian besar kawasan Timur Tengah kini telah terseret dalam perang AS-Israel vs Iran tersebut. Teheran tidak hanya melancarkan serangan balasan ke Israel, tetapi juga menargetkan aset-aset Amerika Serikat di kawasan Teluk.

“Warga Iran kini terbangun pada hari kedelapan sejak dimulainya serangan udara Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan berbagai fasilitas dan lokasi di ibu kota Iran serta wilayah lain di negara itu,” kata jurnalis Al Jazeera, Tohid Asadi, melaporkan dari Teheran.

Ia mengatakan serangan terus berlangsung sejak tengah malam. “Menurut laporan terbaru, Mehrabad, yang merupakan salah satu dari dua bandara utama di ibu kota Iran, menjadi sasaran serangan. Wilayah di sekitarnya juga dilaporkan terdampak,” ujar Asadi.

Sementara itu, kata Usadi, serangan juga terjadi di berbagai kota lain di Iran, dengan menargetkan tidak hanya kawasan militer atau pusat politik, tetapi juga area permukiman, sekolah, dan rumah sakit.

Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Amir-Saeid Iravani mengatakan, Amerika Serikat dan Israel telah mengebom wilayah sipil di negaranya. “Tindakan ini merupakan kejahatan perang yang jelas serta kejahatan terhadap kemanusiaan,” tandasnya.

Pertempuran yang terus berlanjut ini terjadi setelah AS menyetujui penjualan senjata baru senilai USD151 juta kepada Israel, usai Donald Trump menyatakan tidak akan bernegosiasi dengan Iran kecuali menyerah tanpa syarat.

Iravani menegaskan negaranya akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan diri. Iran juga akan terus melancarkan serangan balasan terhadap Israel.

Militer Israel pada Sabtu dini hari melaporkan mendeteksi gelombang baru peluncuran rudal Iran yang mengarah ke wilayah Israel. Sejumlah ledakan terdengar di Tel Aviv setelah rudal tersebut diluncurkan dari Iran. Rudal juga terdeteksi menuju wilayah lain di Israel, termasuk bagian selatan negara tersebut.

“Sejak tengah malam, pihak Israel mendeteksi setidaknya lima peluncuran rudal balistik dari Iran yang menuju wilayah Israel,” kata jurnalis Al Jazeera, Nida Ibrahim, yang melaporkan dari Ramallah di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Serangan ini membuat jutaan warga Israel harus berlindung di tempat perlindungan sepanjang malam. Para analis Israel menilai Iran sengaja melakukan hal itu untuk menekan pemerintah Israel, dengan membuat warga terus berada di tempat perlindungan dan meluncurkan rudal pada waktu yang berbeda-beda.