JAKARTA, (ERAKINI) — Iran bukan hanya negara berpengaruh di Timur Tengah, tetapi juga salah satu negara terbesar di dunia. Jika ditempatkan di pantai timur Amerika Serikat (AS), negara ini hampir menutupi seluruh wilayah dari Maine hingga Florida.
AS dan Israel terus melancarkan pemboman terhadap Iran, yang telah menewaskan sedikitnya 1.045 orang. Namun, Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel serta beberapa negara Teluk, yang menyebabkan sejumlah korban jiwa.
Dilansir Al Jazeera, Kamis (5/3/2026), menurut jajak pendapat terbaru, hanya satu dari empat warga Amerika yang menyetujui serangan AS terhadap Iran. Dukungan di kalangan pendukung Partai Republik Presiden Donald Trump memang lebih kuat, tetapi tidak terlalu besar, dengan 55 persen menyatakan setuju terhadap serangan tersebut, 13 persen tidak setuju, dan 32 persen masih ragu.
Sekitar 74 persen pemilih Partai Demokrat menyatakan tidak setuju terhadap serangan itu, dengan hanya 7 persen yang mendukung dan 19 persen tidak yakin.
Seperti Apa Kondisi Geografi Iran?
Iran merupakan negara terbesar ke-17 di dunia berdasarkan luas wilayah, tepat di bawah Sudan dan Libya. Negara ini memiliki luas sekitar 1,65 juta kilometer persegi (636.000 mil persegi).
Sebagai perbandingan, Iran memiliki ukuran yang hampir sama dengan Alaska, sekitar 2,5 kali lebih besar dari Texas, dan mencakup sekitar seperenam dari luas daratan Amerika Serikat. Iran juga sekitar seperlima dari Australia, kira-kira setengah dari India, sekitar empat kali lebih besar dari Irak, dan sekitar 80 kali lebih luas dibandingkan Israel.
Iran berada di Asia Barat dan berbatasan darat dengan tujuh negara. Perbatasan terpanjangnya adalah dengan Irak, diikuti oleh Turkmenistan, Afghanistan, Pakistan, Azerbaijan, Turki, dan Armenia.
Untuk menyamai luas wilayah Iran, perlu menggabungkan wilayah Texas, California, Montana, dan Illinois. Jika Iran ditempatkan di atas wilayah Pantai Timur Amerika Serikat, negara itu akan mencakup hampir seluruh wilayah dari Maine hingga Florida.
Dengan populasi sekitar 92 juta jiwa, jumlah penduduk Iran setara dengan sekitar seperempat dari hampir 350 juta penduduk Amerika Serikat. Sebagian besar penduduknya tinggal di bagian barat Iran, wilayah yang memiliki pegunungan terjal, lembah subur, dan cekungan sungai yang menopang kehidupan penduduk.
Negara ini kaya akan minyak dan gas (migas), dengan peringkat sebagai produsen minyak terbesar kesembilan di dunia serta produsen gas alam terbesar ketiga. Produk domestik bruto (PDB) Iran mencapai sekitar 375 miliar dolar AS, menempatkannya di peringkat ke-43 dunia, dengan tingkat pengangguran sekitar 9,2 persen.
Di wilayah utara, daerah dataran tinggi mengalami musim dingin yang panjang dan sangat dingin. Semakin ke selatan dan timur, kondisi iklim berubah drastis.
Provinsi-provinsi di bagian tengah dan selatan Iran mengalami panas ekstrem saat musim panas. Kota Ahvaz di barat daya bahkan pernah mencatat suhu di atas 50 derajat Celsius (122 derajat Fahrenheit), termasuk salah satu suhu tertinggi yang pernah tercatat.
Dataran tinggi luas di bagian tengah Iran dapat dibandingkan dengan wilayah kering di Arizona atau California bagian pedalaman, daerah yang jarang penduduknya dan dibentuk oleh iklim gurun yang keras.
Pusat-pusat Populasi Utama
Dengan sekitar 9,6 juta penduduk, Teheran merupakan kota terpadat di Iran. Skala kota ini sebanding dengan New York, kota terpadat di Amerika Serikat, yang memiliki sekitar 8,5 juta penduduk di dalam batas wilayah kotanya. Keduanya menjadi pusat budaya dan ekonomi bagi negara masing-masing.
Teheran telah menjadi ibu kota sejak 1795, meskipun sejarah kota ini telah berlangsung lebih dari 6.000 tahun. Mashhad di timur laut merupakan kota terbesar kedua di Iran dengan sekitar 3,4 juta penduduk, sebanding dengan Los Angeles yang memiliki sekitar 3,8 juta penduduk.
Mashhad memiliki sejarah lebih dari 1.200 tahun dan menjadi pusat keagamaan serta budaya utama. Kota ini merupakan lokasi Makam Imam Reza, yang setiap tahun menarik jutaan peziarah dari seluruh dunia.
Isfahan, kota terbesar ketiga, dihuni sekitar 2,3 juta penduduk dan dapat dibandingkan dengan Houston yang memiliki jumlah penduduk hampir sama. Kota yang berusia lebih dari 2.500 tahun ini pernah menjadi ibu kota Kekaisaran Safawi yang berkuasa dari 1501 hingga 1722.
Isfahan memiliki sejumlah lembaga pendidikan besar dan menjadi pusat industri tekstil, baja, manufaktur, serta industri nuklir dan dirgantara. Wilayah Isfahan juga menjadi lokasi salah satu fasilitas nuklir yang dibom oleh AS menjelang akhir perang 12 hari antara Iran dan Israel pada Juni. Kota-kota besar lain di Iran antara lain Shiraz (1,7 juta), Tabriz (1,7 juta), Karaj (1,6 juta), Qom (1,4 juta), dan Ahvaz (1,3 juta).