Bukan Cuma Soal Kursi, PKB Jateng Tegaskan Pentingnya Pengabdian untuk Rakyat
Hendrati Hapsari
SEMARANG, (ERAKINI) - Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Tengah Sarif Abdillah mengingatkan seluruh jajaran DPC PKB di provinsi ini bahwa keberhasilan partai tidak hanya diukur dari perolehan kursi.
Ia berpesan agar kepengurusan baru fokus menjadikan partai sebagai sarana pengabdian dan pelayanan langsung bagi masyarakat. "Kursi dan kekuasaan harus benar-benar membawa kemaslahatan bagi masyarakat," ujar Ketua DPW PKB Jawa Tengah, Sarif Abdillah, Senin (12/10/2026).
Sarif mengatakan, keberhasilan PKB tidak cukup diukur dari perolehan kursi semata, tetapi juga dari kemampuan partai memenangkan hati rakyat. DPC PKB se-Jawa Tengah secara bergiliran menggelar pengukuhan pengurus, orientasi politik, dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) untuk merumuskan program kerja partai selama lima tahun ke depan.
Harapannya, kepengurusan baru dapat menjalankan amanah yang diberikan oleh Ketua Umum DPP PKB, Gus Muhaimin Iskandar, dengan baik. "Harus selalu menang di hati rakyat untuk selalu bekerja, berbakti, dan mengabdi kepada masyarakat," kata Kakung, sapaan akrabnya.
PKB kini, kata dia, tengah melakukan transformasi besar dengan semangat 'dari kekuasaan menuju pengabdian'. Dia menegaskan bahwa jabatan politik bukanlah tujuan akhir, melainkan alat untuk memberikan solusi atas permasalahan rakyat.
"Kami ingin mengubah pola pikir, bahwa partai bukan sekadar tempat berkumpulnya politisi saat pemilu, melainkan rumah aspirasi. Kami akan terus mendampingi permasalahan ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan yang sedang dihadapi warga, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaat kehadiran PKB," tegasnya.
Kakung menegaskan, PKB telah menjadi pemenang di sejumlah daerah di provinsi ini. Berdasarkan hal tersebut, capaian ini dapat ditingkatkan lagi, dari sekadar kemenangan elektoral menjadi laku perjuangan dan pengabdian.
"PKB benar-benar bisa berdampak, membantu masyarakat menyelesaikan problematikanya, baik di bidang ekonomi, kemiskinan, maupun lainnya," kata dia.
Menurut Kakung, PKB ke depan tidak hanya berbicara soal kursi melainkan hati masyarakat. Prinsip PKB kursi dan kekuasaan harus benar-benar membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
"Karena itu, forum Muskercab kita harapkan dapat merumuskan persoalan riil yang tengah dihadapi masyarakat," tandasnya.

















