SEMARANG, (ERAKINI) - Kemeriahan semarak menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI turut dirasakan warga Bukit Panjangan Asri Kelurahan Manyaran Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang.
Kehangatan kopi dan makanan polo pendem (makanan rebusan pengganti nasi) di titik kumpul menjadi pengisi perut puluhan peserta jalan sehat. Hampir semua warga mengenakan baju nuansa merah atau putih untuk memompa semangat. Tak sedikit peserta, mengenakan aksesoris seperti stiker merah putih di pipi, peluit bendera merah putih hingga umbul-umbul.
Setiap peserta dibagikan undian kupon dengan hadiah melimpah tersedia. Deretan hadiah mulai uang tunai, peralatan memasak, sembako, perkakas rumah tangga, perlengkapan elektronik dan lainnya. Sedangkan, hadiah utama berupa mesin cuci, TV 32 inchi dan sepeda.
“Semua hadiah merupakan iuran donasi dari warga. Jadi dari warga kembali ke warga RT 08 RW 08. Tidak ada warga pulang ke rumah tanpa membawa hadiah,” ungkap Ketua Panitia HUT Kemerdekaan RI RT 08 Bukit Panjangan Asri, Haryono Adi Wibowo, Minggu (10/8/2025).
Rute jalan sehat ditempuh selama 30 menit menyusuri setiap blok dalam perumahan tersebut. Semakin menambah semangat peserta, musisi angklung jalanan turut dilibatkan. Mereka menjadi ‘barisan’ terdepan membuat suasana pagi hari ini meriah. Harmonisasi angklung dan drum membawakan lagu-lagu perjuangan ditimpali peserta memecah pagi yang tenang.
Antar warga saling berinteraksi maupun saat berpapasan dengan dengan warga tetangga kompleks perumahan. Usai jalan sehat, kemeriahan lomba masih belum selesai. Para ibu dibagi menjadi tiga kelompok bersiap mengikuti lomba memasak.
Setiap kelompok memasak dua menu sayur dan dua menu lauk. Kriteria penilaian menyangkut rasa, kebersihan, estetika penyajian dan ketepatan waktu.
Ketua RT 08 Bukit Panjangan Asri, Fury Aji mengatakan, kegiatan jalan sehat warga khusus RT 08 baru pertama kali diadakan.
“Antusias warga dan banjir sponsor diharapkan membuat semakin guyup sesuai tagline diusung Guyub Rukun Sakduluran Saklawase (Guyub Rukun Saudara Selamanya),” kata dia.
Dia berharap, kegiatan kebersamaan warga dapat lestari dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang. “Kami menyadari warga kumpul hanya di momen-momen tertentu. Di sini ajang bersosialisasi sebagai saudara terdekat,” tukas dia.