Grand Launching RDN Online BSI, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (16/1/2024). Foto: Antara/Muhammad Heriyanto
JAKARTA, (ERAKINI) - Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini membidik 1 juta investor syariah di pasar modal. Saat ini 628 emiten atau setara 62 persen dari total 910 emiten di BEI, merupakan perusahaan-perusahaan yang masuk kategori saham syariah.
“Dengan angka 1 juta (investor) itu menjadi motivasi kita bagaimana angka 1 juta, angka psikologis itu bisa kita capai bersama-sama,” ujar Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik saat Grand Launching RDN Online BSI, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (16/1/2024).
Menurut Jeffrey, investor syariah saat ini baru 2,6 persen dari total investor di pasar modal Indonesia yang sudah lebih dari 12 juta Single Investor Identification (SID).
Untuk itu, Jeffrey memastikan berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan jumlah investor syariah. Di antaranya menjalin komunikasi dengan para Anggota Bursa (AB) hingga perbankan syariah untuk masuk ke dalam ekosistem pasar modal syariah Indonesia.
Hari ini BEI juga memfasilitasi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melakukan launching Rekening Dana Nasabah (RDN) Online, yang akan memudahkan calon investor membuka rekening efek secara online.
“Proses pembukaan rekeningnya cepat, mudah dan murah, itu yang akan kita berikan kesetaraan kepada investor, baik itu investor konvensional maupun syariah,” kata Jeffrey.
Ia mengapresiasi upaya BSI yang telah menyediakan salah satu infrastruktur di pasar modal, yang akan memberikan kemudahan bagi calon investor syariah dalam melakukan pembukaan rekening efek.
“Kami menyambut baik inisiatif inisiatif BSI dengan adanya RDN syariah online, tentu akan memudahkan masyarakat yang ingin menjadi investor syariah,” sebut Jeffrey.
Sementara itu, PT BSI menargetkan sebanyak 100 ribu nasabah akan melakukan pembukaan RDN Online sepanjang tahun 2024.
“Mungkin targetnya 100 ribuan, kurang lebih tiga kali lipatnya, Rasanya Insya Allah bisa,” ujar Direktur Penjualan dan Distribusi BSI Anton Sukarna.
Anton menjelaskan, saat ini perseroan telah menjalin kerja sama dengan tiga perusahaan sekuritas, serta telah menjalin diskusi dengan 16 perusahaan sekuritas lainnya.
“Tanggal 10 Januari 2024 lalu kita sudah difasilitasi juga oleh BEI sekitar 16 perusahaan sekuritas, anggota bursa syariah online trading system hadir dan dilakukan sharing knowledge. Insya Allah dalam waktu dekat kita akan koneksi dengan beberapa sekuritas lainnya,” kata Anton.
Saat ini, jumlah nasabah RDN di BSI sebanyak 37 ribu atau masih jauh dibandingkan jumlah nasabah rekening perbankan BSI yang sebanyak 20 juta nasabah.
“Volume (transaksi) baru Rp12 miliaran, jadi volumenya masih kecil sekali dibandingkan volume yang lain jumlahnya triliunan,” ungkapnya.
Dengan pembukaan RDN online ini, kata Anton, nasabah dapat membuka RDN secara online, lebih seamless dan lebih cepat.
Ia mengapresiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) yang telah berusaha memaksimalkan potensi industri perbankan syariah.
“Semoga dapat memperkuat industri syariah dan menjadi episentrum keuangan dapat diwujudkan,” tutup Anton. (ant)