Kinerja Triwulan III 2026, bank bjb Cetak Laba Rp1,1 Triliun dan Perkuat Efisiensi Operasional
Hendrati Hapsari
BANDUNG, (ERAKINI) - bank bjb menorehkan pertumbuhan kinerja yang positif pada Triwulan III 2026.
“Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,1 triliun hingga September 2026, atau tumbuh 37,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Direktur Utama bank bjb Ayi Subarna, Kamis (29/10/2026), di sela-sela Earnings Call Triwulan III Tahun Buku 2026.
Ayi menegaskan, tata kelola yang baik, prinsip kehati-hatian, dan orientasi pada kebutuhan nasabah mampu memperkuat fondasi bisnis. “Langkah ini agar mampu menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang industri perbankan,” terang dia.
Menurut dia, pengelolaan biaya yang efisien serta peningkatan fee-based income sukses mendorong pertumbuhan Pre-Provision Operating Profit (PPOP) melebihi 5,5 persen secara yoy. Capaian laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,1 Triliun hingga September 2026.
Melalui strategi growth with quality, kata dia, Perseroan berfokus pada penyaluran kredit secara selektif, penguatan dana murah, pengelolaan biaya dana, peningkatan pendapatan berbasis komisi, serta efisiensi operasional dan pengelolaan risiko.
Langkah efisiensi menurunkan beban operasional sekitar 2,0 persen dan mendorong pertumbuhan laba operasional sebelum Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) atau Pre-Provision Operating Profit (PPOP) lebih dari 5,5 persen secara yoy.
Dia menegaskan, Perseroan terus memperluas kerja sama payroll dan mengoptimalkan penyaluran kredit kepada institusi yang memiliki perjanjian kerja sama, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan profil risiko debitur.
Pada segmen kredit produktif, portofolio mulai menunjukkan pertumbuhan secara kuartalan. Outstanding segmen corporate meningkat Rp1 Triliun atau 7,0 persen dibandingkan triwulan sebelumnya, sedangkan segmen commercial meningkat Rp495 Miliar atau 4,2 persen.
Ekspansi dilakukan secara selektif pada sektor yang profil bisnis dan risikonya dipahami Perseroan, antara lain aktivitas keuangan, pinjaman daerah, perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi.
Perseroan juga melanjutkan implementasi Commercial Business Centre (CBC) untuk meningkatkan efektivitas proses kredit dan memperkuat tata kelola. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi per September 2026 tercatat sebesar Rp155,6 Triliun, terdiri dari kontribusi perusahaan anak sebesar Rp31,4 Triliun dan bank only sebesar Rp124,2 Triliun.
Loan to Deposit Ratio (LDR) berada pada level 86,8 persen, sedangkan rasio Current Account Saving Account (CASA) tercatat 44,9 persen. “Untuk memperkuat basis pendanaan, bank bjb terus mendorong akuisisi nasabah, perluasan kerja sama payroll, dan peningkatan aktivitas transaksi,” kata dia.
Dari sisi kualitas aset, per September 2026 rasio NPL tercatat sebesar 2,87 persen, sementara Loan at Risk (LAR) berada pada level 9,92 persen. bank bjb juga melanjutkan penyempurnaan underwriting, restrukturisasi secara selektif, serta penerapan portfolio guidelines dan pricing yang mempertimbangkan profil risiko.
Dari sisi profitabilitas, kinerja hingga September 2026 didukung oleh rekomposisi aset dan liabilitas, pengelolaan biaya dana, peningkatan fee-based income, sinergi Grup bjb, serta efisiensi operasional. Pendapatan bunga bersih tumbuh 1,8 persen secara year on year (yoy), sementara fee-based income tercatat sebesar Rp1,7 Triliun.
Potensi tekanan biaya dana tetap dicermati seiring perkembangan suku bunga dan kondisi likuiditas. Capaian ini menjadi bagian dari upaya Perseroan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas aset, pengelolaan risiko, dan profitabilitas.
“Konsistensi strategi dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja perusahaan,” kata dia.
Memasuki triwulan IV 2026, kata dia, bank bjb akan melanjutkan strategi growth with quality melalui penguatan dana murah, pengendalian biaya dana, optimalisasi pertumbuhan kredit secara selektif, peningkatan fee-based income, serta efisiensi operasional.
Perseroan juga terus memperkuat proses recovery kredit bermasalah dan meningkatkan kualitas underwriting untuk mendukung kinerja yang berkelanjutan.
“bank bjb akan terus menjalankan pengelolaan bisnis secara prudent dan transparan, dengan memperhatikan ketentuan regulator serta kepentingan nasabah, investor, dan seluruh pemangku kepentingan,” tukas dia.


















