Cuannya Menggiurkan, Taiwan Bersiap Garap Film Horor Indonesia
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) — Industri perfilman Indonesia dinilai menjadi peluang besar bagi perusahaan produksi film Taiwan yang ingin memperluas pasar di Asia Tenggara. Salah satu strategi yang direkomendasikan adalah menggarap film horor melalui kolaborasi dengan rumah produksi Indonesia.
Rekomendasi tersebut tertuang dalam studi K7 Media mengenai pasar film dan televisi Indonesia yang dipresentasikan Trang Nguyen dalam ajang Taiwan Creative Content Fest (TCCF) di Taipei.
Genre horor dinilai menjadi titik temu paling potensial bagi produser Taiwan dan Indonesia. Pasalnya, horor merupakan salah satu genre paling diminati penonton Indonesia sekaligus menjadi kekuatan utama industri perfilman nasional.
Dilansir Variety, Jumat (6/11/2026), potensi pasar Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Indonesia merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara sekaligus pasar bioskop terbesar di kawasan tersebut.
Berdasarkan data PwC, Box Office Mojo, dan CJ CGV Vietnam yang dikutip dalam studi tersebut, pendapatan box office Indonesia mencapai US$352,9 juta atau sekitar Rp5,8 triliun sepanjang 2025.
Nilai itu 1,6 kali lebih besar dibandingkan pasar bioskop Vietnam dan lima kali lipat dari Thailand. Pertumbuhan tahunan majemuk atau compound annual growth rate (CAGR) pasar film Indonesia juga mencapai 5,1%, melampaui rata-rata Asia Pasifik sebesar 4,3%.
Daya tarik utama pasar Indonesia terletak pada dominasi film produksi dalam negeri. Dari 202 film yang dirilis sepanjang 2025, sebanyak 43% merupakan film Indonesia. Namun, kontribusinya terhadap penjualan tiket justru mencapai 64%.

















