3 Bulan Dampingi Anak-anak Bantaran Ciliwung, SERUNI FIK UI 2026 Resmi Ditutup
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Program pengabdian masyarakat SERUNI Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) 2026 resmi berakhir setelah menjalani pendampingan belajar selama tiga bulan bagi anak-anak di kawasan Mat Peci, Cawang, Jakarta Timur.
Penutupan program bertajuk Grand Closing SERUNI FIK UI 2026 tersebut digelar pada Minggu (25/10/2026). Program yang berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2026 itu bertujuan menghadirkan akses edukasi yang inklusif dan merata bagi anak-anak berusia 7-12 tahun di lingkungan bantaran Sungai Ciliwung.
Kegiatan ini merupakan inisiatif Departemen Pengabdian Masyarakat BEM FIK UI 2026 bersama mahasiswa dan para relawan (volunteer).
Selama tiga bulan, mahasiswa FIK UI memberikan pendampingan belajar melalui dua kelompok, yakni Kelas Hilir untuk anak-anak yang mengenyam pendidikan formal dan Kelas Hulu bagi anak-anak yang tidak menempuh pendidikan formal.
Materi pendampingan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga mencakup edukasi kesehatan keperawatan, pengembangan keterampilan sosial (soft skill), serta pembentukan karakter.
Program tersebut diharapkan menjadi ruang belajar yang aman dan nyaman sekaligus meningkatkan motivasi anak-anak di tengah berbagai tantangan lingkungan permukiman padat.
Pembukaan acara Grand Closing dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, pimpinan organisasi mahasiswa, serta dosen pendamping lapangan.
Pembina Mat Peci, Usman, mengapresiasi kepedulian dan konsistensi mahasiswa FIK UI yang telah menjadikan kawasan bantaran Ciliwung sebagai ruang pembelajaran bagi anak-anak.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali. Kawasan Ciliwung sekarang sudah bisa menjadi wadah edukasi, dan kita harapkan sungai ini bisa menjadi bagian yang hidup dalam keseharian kita," ujar Usman dalam keterangannya, Jumat (6/11/2026).
Dia juga menyampaikan rasa syukur atas kolaborasi yang terjalin dengan mahasiswa FIK UI. Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dari dinamika kehidupan warga.
Apresiasi juga disampaikan Dosen Pendamping Lapangan, Ns. Utami. Dia berharap kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat Mat Peci dapat terus memberikan manfaat meskipun program pendampingan telah berakhir.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Mat Peci dan seluruh tim SERUNI yang telah berproses bersama selama kurang lebih tiga bulan ini. Harapan saya, apa yang telah diajarkan dan dibagikan selama kegiatan ini dapat mendatangkan kebermanfaatan bagi semua pihak," kata Utami.
Sebagai informasi, puncak acara Grand Closing SERUNI FIK UI 2026 turut dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni oleh anak-anak Mat Peci. Mereka menampilkan sejumlah tarian tematik, yakni Tari Sang Lebah, Tari Singa Raja Hutan, Tari Operet Penjaga Alam, dan Tari Setinggi Langit.
Penampilan tersebut memperlihatkan keberanian dan kepercayaan diri anak-anak dalam mengekspresikan kreativitas mereka di hadapan para tamu undangan. Selain pertunjukan seni, acara juga diisi dengan pembacaan Wall of Dreams yang berisi rangkuman cita-cita dan impian anak-anak mengenai masa depan mereka.
Panitia kemudian memberikan penghargaan kepada peserta terbaik dan peserta berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan serta capaian nilai selama mengikuti program pendampingan.
Sebagai simbol terjalinnya hubungan baik antara mahasiswa dan masyarakat, Project Officer SERUNI FIK UI 2026 juga menyerahkan plakat penghargaan kepada Pembina Mat Peci.
Sebelum acara berakhir, panitia membagikan rapor hasil belajar, lembar evaluasi psikososial Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ), serta cenderamata kepada seluruh peserta.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi Lorong Sayonara. Dalam suasana haru, para relawan dan anak-anak saling memberikan tepuk tangan serta pelukan hangat sebagai ungkapan kebersamaan selama program berlangsung.
Berakhirnya SERUNI FIK UI 2026 bukan sekadar menandai selesainya kegiatan pendampingan selama tiga bulan. Program ini juga menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam memperluas akses pendidikan, meningkatkan kesadaran kesehatan, serta menumbuhkan harapan anak-anak di kawasan bantaran Sungai Ciliwung.

















