JAKARTA, (ERAKINI) - Umat Islam sedang menikmati hari-hari terakhir pada bulan Ramadan 1446 H. Sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan merupakan momen yang sangat spesial karena terdapat amalan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw.
Apabila umat Islam mau mengamalkan amaliah tersebut pahala berlipat ganda menanti serta doa-doa yang dipanjatkan diijabah oleh Allah swt. Terlebih, malam Lailatul Qadar ada pada 10 malam terkahir bulan Ramadan.
Setidaknya, ada 5 amaliah yang dikerjakan Nabi Muhammad saw saat mengisi 10 malam terakhir bulan Ramadan. Keterangan itu merujuk pada hadist yang diriwayatkan oleh para sahabat nabi.
Berikut amalan yang dicontohkan Nabi Muhammad saw:
Pertama, menghidupkan malam-malam ramadan. Penjelasannya terdapat pada hadist Shahih Muslim, ‘Aisyah meriwayatkan:
ماعلمته صلى الله عليه وسلم قام ليلة حتى الصباح
“Aku selalu menyaksikan beliau beribadah selama ramadan hingga menjelang subuh,”
Kedua, Rasulullah saw selalu membangunkan keluarganya untuk shalat malam di malam sepuluh terakhir bulan ramadan. Hal ini sebagaimana hadits Abi Dzar menggambarkan hal ini dengan jelas:
قام بهم ليلة ثلاث وعشرين وخمس وعشرين ذكر أنه دعا أهله ونساءه ليلة سبع وعشرين خاصة
“Bahwasannya Rasulullah saw beserta keluarganya bangun (untuk beribadah) pada malam 23, 25, 27. Khususnya pada malam 29.”
Ketiga, Rasulullah mengencangkan ikat pinggang dalam arti menghindari tempat tidur pada sepuluh malam terakhir ramadan. Hal ini bersandar pada hadits: di bawah ini:
في الصحيحين عن عائشة رضي الله عنها قالت: “كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر شد مئزره، وأحيا ليله، وأيقظ أهله”
Rasulullah saw ketika memasuki sepuluh terakhir malam ramadan beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan (beribadah) malam itu dan membangunkan keluarganya.
Keempat, Rasulullah saw pernah menyambung puasa tanpa berbuka hingga magrib yang akan datang (puasa wishal) pada satu malam dari sepuluh malam terakhir ramadan. Namun puasa wishal tidak dianjurkan untuk ditiru oleh pengikutnya.
وروي عنه من حديث عائشة وأنس أنه صلى الله عليه وسلم :”كان في ليالي العشر يجعل عشاءه سحوراً
Kelima, Rasulullah saw mandi dan membersihkan diri dan memakai wangi-wangian menjelang Isya’ selama sepuluh hari terakhir ramadan dengan harapan memperoleh lailatul qadar.
Keenam, Rasulullah saw selalu beri’tikaf di sepuluh malam terakhir ramadan.