Search

Israel Mengebom Gaza Beberapa Jam usai Kabinet Keamanan Setuju untuk Menduduki Sepenuhnya

GAZA, (ERAKINI) Israel mengebom Kota Gaza saat militer bersiap untuk mengambil alih sepenuhnya. Dalam sebuah video yang dilaporkan oleh Al Jazeera, ledakan besar nampak menargetkan sebuah gedung apartemen di dekat Kompleks Medis al-Shifa, sebelah barat Kota Gaza, hanya beberapa jam setelah kabinet keamanan Israel menyetujui proposal untuk menduduki kota tersebut sepenuhnya.

Sebelumnya, Kabinet keamanan Israel telah menyetujui rencana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk pendudukan militer di Kota Gaza. Operasi militer Israel tersebut dilaporkan melibatkan pemindahan seluruh warga sipil Palestina dari kota di utara ke kamp-kamp di Gaza tengah.

Berita mengenai rencana ini muncul setelah Netanyahu mengatakan pada hari Kamis (7/8/2025) bahwa Israel akan "mengambil alih kendali atas seluruh Gaza".

Kepala Hak Asasi Manusia (HAM) PBB Volker Turk pada hari Jumat (8/8/2025) mengatakan bahwa rencana Pemerintah Israel untuk pengambilalihan militer penuh atas Jalur Gaza yang diduduki harus segera dihentikan.

"Hal ini bertentangan dengan putusan Mahkamah Internasional yang menyatakan bahwa Israel harus mengakhiri pendudukannya sesegera mungkin, demi terwujudnya solusi dua negara yang disepakati, dan demi hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri," ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Australia sebelumnya mendesak Israel "untuk tidak menempuh jalan ini," setelah Perdana Menteri Netanyahu mengatakan Israel bermaksud mengambil alih kendali militer atas Gaza. "Australia menyerukan kepada Israel untuk tidak menempuh jalan ini, yang hanya akan memperburuk bencana kemanusiaan di Gaza," kata Menteri Luar Negeri Penny Wong dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.

Wong mengatakan pemindahan paksa permanen merupakan pelanggaran hukum internasional dan berulang kali menyerukan gencatan senjata, bantuan mengalir tanpa hambatan, dan agar kelompok militan Hamas memulangkan para sandera yang disandera pada Oktober 2023.

“Solusi dua negara adalah satu-satunya jalan untuk mewujudkan perdamaian abadi – sebuah negara Palestina dan Negara Israel, hidup berdampingan secara damai dan aman di dalam batas-batas yang diakui secara internasional,” tambahnya.

Bayangan pemindahan paksa massal dari Kota Gaza muncul setelah empat orang lagi meninggal dunia akibat kelaparan dan malnutrisi di Jalur Gaza – termasuk dua anak-anak – sehingga jumlah total korban kelaparan buatan Israel menjadi 197 orang.

Perang Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 61.258 orang dan melukai 152.045 orang. Diperkirakan 1.139 orang tewas di Israel selama serangan 7 Oktober 2023, dan lebih dari 200 orang ditawan.