Search

Serangan Iran Hantam Lebanon dan Arab Saudi, sementara AS-Israel Targetkan Fasilitas Nuklir

JAKARTA, (ERAKINI) - Ketegangan di Timur Tengah kian meluas setelah Iran melancarkan serangan drone ke Kedutaan Besar Amerika Serikat di ibu kota Arab Saudi pada Selasa (3/3/2026) pagi. Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian balasan Teheran atas serangan udara intensif yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target strategis di wilayahnya.

Sepanjang malam, ibu kota Iran, Teheran, diguncang ledakan akibat bombardir udara yang disebut menyasar fasilitas penting, termasuk yang berkaitan dengan program nuklir. Serangan itu memicu respons keras dari Iran dan sekutunya, yang kemudian mengarahkan serangan ke Israel, negara-negara Teluk, serta titik-titik vital industri minyak dan gas global.

Konflik turut merembet ke Lebanon. Kelompok bersenjata Hezbollah, yang dikenal memiliki kedekatan dengan Iran, menembakkan rudal ke wilayah Israel pada Senin (2/3/2026). Tindakan tersebut segera dibalas oleh militer Israel, sehingga meningkatkan risiko bentrokan terbuka di perbatasan kedua negara.

Pihak militer Israel Defense Forces menyatakan telah mengirim tambahan pasukan ke wilayah Lebanon selatan dan menempatkan personel di sejumlah titik strategis dekat garis perbatasan. Sementara itu, Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan bahwa tentara Lebanon menarik dan memindahkan beberapa posisi militernya di kawasan perbatasan sebagai langkah antisipatif.

Fasilitas Nuklir Jadi Sasaran

Serangan udara Amerika Serikat dan Israel disebut menargetkan fasilitas yang berkaitan dengan program nuklir Iran. Langkah ini dinilai sebagai eskalasi signifikan yang berpotensi memperluas konflik regional. Di sisi lain, Iran menegaskan haknya untuk membela diri serta membalas setiap agresi yang dianggap mengancam kedaulatan negara.

Meluasnya serangan ke berbagai titik strategis, termasuk kawasan penghasil energi dunia, menimbulkan kekhawatiran global. Pasar energi dan jalur distribusi minyak internasional kini berada dalam tekanan, seiring meningkatnya risiko gangguan pasokan.