MAKKAH, (ERAKINI) - Sebanyak 1.146 jemaah haji yang tergabung dalam kloter JKB 1 (390 orang) dan JKB 2 (390 orang) asal Banten serta PDG 1 asal Padang (360 orang) tiba di Makkah, Arab Saudi, Jumat (1/5/2026) malam.
Setelah beristirahat di pemondokan Hotel Al- Hidayah Towers Company di wilayah Aziziyah, Makkah, para jemaah langsung diberangkatkan untuk menjalani umrah wajib di Masjidil Haram pada Sabtu (2/5/2026) pagi. Bus Selawat yang beroperasi 24 jam langsung tancap gas membawa para tamu Allah.
Kepala Sektor 10, Akhor Wiwit S, mengatakan bahwa jemaah asal Padang lebih dulu diberangkatkan untuk menjalani umrah wajib. Sementara itu, jemaah asal Banten menyusul setelahnya.
“Jemaah Padang sudah lebih dulu menjalani umrah wajib, sedangkan jemaah dari Banten baru saja diberangkatkan,” kata Akhor saat diwawancarai tim Media Center Haji (MCH).
Menurut Akhor, seluruh petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari berbagai layanan turut bergerak mendampingi jemaah menuju Masjidil Haram agar proses ibadah berjalan lancar.
Dia berharap seluruh rangkaian ibadah umrah wajib dapat ditunaikan dengan maksimal oleh para jemaah.
Meski demikian, Akhor mengakui selalu ada dinamika di lapangan selama proses pelayanan jemaah berlangsung. Namun, ia memastikan seluruh persoalan dapat ditangani oleh petugas.
“Kalau dinamika selalu ada di setiap sektor, tetapi pada dasarnya dinamika yang ada menjadi bagian yang harus kita selesaikan,” ujar dia.
Akhor menjelaskan, dinamika yang kerap muncul di antaranya terkait barang bawaan jemaah yang tertinggal atau tercecer, hingga penempatan kamar yang terpisah antara suami, istri, dan anak.
Selain itu, ada pula jemaah yang menempati lantai berbeda dengan anggota rombongannya. Menurut dia, seluruh persoalan tersebut telah dimitigasi dan ditangani oleh petugas.
“Intinya, apa yang sudah ditetapkan tetap dijalankan dengan penyesuaian sepanjang tidak menyalahi ketentuan yang ada,” kata Akhor.
Dia mengungkapkan, seluruh jemaah yang menempati Hotel Al Hidayah Towers, mulai dari tower 1 hingga tower 8, telah mendapatkan kamar sesuai penempatan yang ditentukan.
Sementara itu, untuk jemaah lansia dan berkebutuhan khusus, pihak sektor juga telah menyiapkan pengaturan tersendiri, termasuk dalam pelaksanaan umrah wajib.
“Umrah wajibnya juga disendirikan dengan fasilitas bus shalawat yang bisa kami request khusus kepada penanggung jawab bus shalawat, sehingga tidak digabung dengan jemaah lain,” tuturnya.