Jelang Armuzna, Guru Besar UIN Banten Ingatkan 7 Persiapan Penting bagi Jemaah Haji
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Pelaksanaan wukuf di Arafah yang menjadi puncak ibadah haji dipastikan akan berlangsung pada Kamis, 5 Juni 2025. Pemerintah Arab Saudi menjadwalkan pemberangkatan jemaah ke Arafah dimulai sejak Rabu (4/6/2025), atau sehari sebelum wukuf.
Menjelang masa puncak ibadah haji yang dikenal dengan istilah Armuzna—akronim dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina—Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Muhammad Ishom, mengingatkan pentingnya kesiapan fisik dan mental seluruh jemaah.
“Ibadah haji pada tanggal 8, 9, dan 10 Dzulhijjah sangat intens dan sarat aturan, terutama terkait larangan ihram. Oleh karena itu, jemaah harus benar-benar siap secara jasmani dan rohani,” ujar Prof Ishom dalam keterangan tertulis yang diterima Erakini, Senin (2/6/2025).

Lebih lanjut, Prof Ishom menyebut ada tujuh hal penting yang perlu disiapkan jemaah sebelum memasuki rangkaian puncak ibadah haji:
1. Mandi untuk Ihram
Dilakukan pada pagi hari 8 Dzulhijjah, mandi ini bersifat sunnah sebelum mengenakan pakaian ihram. Karena belum terikat larangan ihram, jemaah diperbolehkan memakai sabun wangi, parfum, atau minyak rambut asalkan dilakukan sebelum niat ihram.
2. Mengenakan Pakaian Ihram
Jemaah laki-laki menanggalkan seluruh pakaian dalam dan luar untuk mengenakan kain ihram. Sementara itu, perempuan tetap menutupi seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Mengingat suhu tinggi di Arab Saudi, dianjurkan membawa payung untuk melindungi diri dari panas, bukan untuk menutupi kepala.

















