Kendaraan Palang Merah mengangkut para sandera, setelah penyerahan mereka sebagai bagian dari gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran sandera-tahanan antara Hamas dan Israel, di Kota Gaza pada 13 Oktober 2025. (Foto: Reuters)
YERUSALEM, (ERAKINI) – Tentara Israel mengumumkan bahwa 7 warganya yang sebelumnya disandera oleh Hamas di Jalur Gaza kini telah berada di bawah pengawasan otoritas Israel. "Setelah 738 hari penantian, akhirnya kami bisa mengucapkan: Selamat datang kembali," tulis Kementerian Luar Negeri melalui akun resmi mereka di platform X.
Presiden Israel, Isaac Herzog, menyambut dengan penuh rasa syukur atas pembebasan mereka dan menyampaikan harapan agar semua sandera yang masih tertahan dapat segera kembali. "Kami bersyukur kepada Tuhan atas kembalinya orang-orang tercinta ini. Namun perjuangan belum usai—kami menanti semua sandera lainnya tanpa terkecuali," tulis Herzog di platform yang sama.
Pembebasan sandera ini dilakukan oleh Hamas pada hari Senin dan mereka terlebih dahulu diserahkan kepada Komite Palang Merah Internasional sebelum akhirnya diterima oleh pihak Israel. Ini merupakan bagian dari perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Namun, hingga saat ini, belum tersedia informasi detail mengenai kondisi kesehatan para sandera yang dibebaskan.
Palang Merah dikabarkan tengah menuju wilayah Gaza bagian selatan untuk melakukan pengambilan terhadap kelompok sandera berikutnya yang masih hidup.
Hamas sebelumnya menyampaikan bahwa sebanyak 20 sandera yang masih hidup akan dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran, di mana lebih dari 1.900 tahanan Palestina akan dibebaskan dari penjara-penjara Israel.
Kabar pembebasan ini disambut haru dan sukacita oleh keluarga serta kerabat para sandera. Tayangan langsung dari stasiun televisi nasional memperlihatkan momen-momen emosional tersebut, sementara puluhan ribu warga Israel menyaksikannya melalui layar besar dalam acara publik yang tersebar di berbagai kota, termasuk acara utama yang digelar di Tel Aviv.
Palang Merah menyatakan bahwa mereka telah memulai operasi bertahap untuk mengoordinasikan pembebasan para sandera serta tahanan dari kedua pihak sebagai bagian dari pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata.
Dalam pernyataannya, Palang Merah menegaskan komitmen mereka untuk mengawasi proses pemindahan para sandera dari Gaza ke Israel, sekaligus mengawal pembebasan para tahanan Palestina yang akan dipulangkan ke wilayah Gaza maupun Tepi Barat. Mereka juga menyebutkan bahwa proses ini mencakup pemindahan jenazah korban konflik agar pihak keluarga dapat memberikan penghormatan terakhir secara layak.
Sebelumnya, militer Israel melaporkan bahwa sebuah konvoi Palang Merah telah bergerak menuju titik pertemuan yang terletak di bagian utara Jalur Gaza untuk melakukan penjemputan kelompok pertama sandera yang akan dilepaskan.
Dalam pernyataan resmi, militer menyebut bahwa penyerahan para sandera dilakukan di titik yang telah disepakati. Selain itu, mereka juga menyatakan kesiapan untuk menerima gelombang sandera selanjutnya yang dijadwalkan akan diserahkan ke Palang Merah oleh Hamas, setelah kelompok bersenjata tersebut mempublikasikan daftar 20 sandera yang akan dibebaskan.