Jemaah haji usai melempar jumrah di Jakarta, Mina, Jumat (29/5/2026). (Foto: Ahdori/Erakini/MCH 2026)
MINA, (ERAKINI) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI kembali mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang berakhirnya rangkaian ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Hingga Sabtu (30/5/2026), sebagian besar tahapan ibadah haji telah selesai dilaksanakan. Namun, masih terdapat beberapa ritual ibadah yang harus dituntaskan oleh jemaah, di antaranya melempar jumrah bagi peserta nafar tsani dan melaksanakan .
Melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Kemenhaj meminta jemaah yang telah menyelesaikan nafar awal maupun nafar tsani agar tidak terburu-buru melaksanakan tawaf ifadhah dan memprioritaskan waktu istirahat.
"Kami imbau jemaah memperbanyak minum air putih, makan secara teratur, menggunakan pelindung kepala saat berada di luar tenda, serta membatasi aktivitas fisik yang tidak diperlukan," ujar Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, Sabtu (30/5/2026).
Maria juga mengajak seluruh unsur pendamping jemaah, mulai dari keluarga kloter, ketua rombongan, ketua regu, hingga sesama jemaah untuk memberikan perhatian lebih kepada kelompok rentan, seperti lanjut usia dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
“Kami mengajak seluruh jemaah untuk saling menjaga, saling membantu, dan saling mengingatkan. Semangat gotong royong dan ukhuwah menjadi kunci agar seluruh rangkaian ibadah di Mina berjalan aman, tertib, nyaman, dan penuh keberkahan,” ucapnya.
Di sisi lain, Kemenhaj memastikan seluruh layanan selama fase Mina tetap diperkuat hingga seluruh rangkaian Armuzna berakhir. Layanan tersebut mencakup transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga pelindungan jemaah.
Menurut Maria, Kemenhaj telah menyiagakan sebanyak 1.356 petugas Satgas Mina yang ditempatkan di berbagai titik strategis dan jalur pergerakan jemaah. Sejumlah lokasi penempatan petugas antara lain Jalan 616, Jalan 533, depan Mina Al-Wadi Hospital, Jalan 627, bawah Jalan Abdullah bin Abdul Aziz, gerbang terowongan Muaisim Turki, depan Syarikah, serta sejumlah pos pengarah menuju Jamarat dan pos pemantauan arus kepulangan jemaah.
Petugas Satgas Mina bertugas mengarahkan jemaah menuju lokasi lontar jumrah di Jamarat, mengatur arus pergerakan, mengantisipasi kepadatan, serta memastikan jemaah kembali ke tenda melalui jalur yang aman.
Selain itu, Kemenhaj juga mengoperasikan layanan respons cepat menggunakan mobil golf untuk membantu jemaah yang mengalami kendala selama berada di kawasan Mina.
"Kami di Kemennhaj melalui Satgas Operasional Armuzna juga mengerahkan 19 unit mobil golf di kawasan Mina. Mobil golf kami siagakan sebagai layanan respons cepat bagi jemaah yang membutuhkan bantuan di sekitar Jamarat dan jalur pergerakan Mina. Petugas bergerak menyisir titik-titik strategis agar jemaah yang kelelahan, tersesat, atau terpisah dari rombongan bisa segera didampingi dan diantar kembali ke tenda dengan aman,” ucap dia.
Tak hanya itu, Kemenhaj juga menyiagakan Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat, Mina. Tim khusus tersebut berfungsi sebagai posko layanan kedaruratan yang memberikan pertolongan pertama, membantu evakuasi darurat, serta mengurai kepadatan jemaah pada fase puncak ibadah haji.
Maria menjelaskan, MCR disiapkan untuk menangani berbagai kondisi darurat yang mungkin dialami jemaah selama menjalankan ibadah.
"MCR disiagakan untuk menangani berbagai situasi kedaruratan, antara lain jemaah pingsan, mengalami kelelahan ekstrem, tersesat, terpisah dari rombongan, hingga evakuasi bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas," katanya.